Ini adalah yang terakhir dari kita dan komitmen 1,2,3,4,5 dan ini yang ke 6. Makasih buat semuanya yah. :) semoga gak cuman cerita gak jelas tapi bisa menginspirasi kalian. See u ... Jadi, aku bantuin ibunya Indra masak. Ibunya Indra lagi sibuk ngoseng-ngoseng gitu, aku gak tau apa yang di oseng soalnya lagi fokus ngupas bawang putih dan bawang merah lumayan banyak satengah baskomlah. Sambil berdiri dipinggir ibu aku ngupas bawang. Bawang putih it’s okay lah gampang. Eh, pas bawang merah banyak sekali tantangan dan cobaan yang menghadang. Perih. Mata aku perih. Aku menangis tersedu-sedu. Terus si ibu malah ketawa-ketawa. “Udah atuh neng, jangan dinangisin yang sabar aja”. Kata ibu, sambil masak. Aku teh senyum, mau ketawa hese euy. Perih pisan ini mata. “Ibu, perih iih ini”. Keluhan seorang mantu. Terus tiba-tiba Indra masuk ke dapur dan bergabung dengan Ibu dan calon ibu (huehehehe). “Siapa bu yang nangis?”. Kata Indra dia tiba-tiba ada dibelakang kita berdua....