Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Seperlunya, Secukupnya

"Ji, kenapa ya semakin banyak interaksi sama orang lain, semakin diri sendiri lebih banyak sakit hatinya." "Ya gimana, ya emang gitu, harus bisa nerima. Namanya juga bersosialisasi pasti begitu. Ya mohon maaf gimana ceritanya gak ada interaksi." Sudah tau jawabanya, tapi lagi-lagi mengulang pertanyaan yang sama. Aku memang payah untuk yang satu ini. Seringkali menyalahkan diri sendiri atas apa-apa yang terjadi terutama saat berinteraksi dengan orang. Seringkali jadi orang yang merasa "ga asik atau ansos." Seringkali takut salah ngomong dan bikin sakit hati orang. Seringkali takut, takut jadi orang yang menyebalkan bagi orang lain dan masih banyak takut lainya. Pikiran-pikiran itu seringkali terngiang. Namanya hidup. Coba disebelah mana hidup tapi tidak ada interaksi? Sekalipun tidak berucap apa-apa, apa yang kita lakukan adalah interaksi/ komunikasi untuk orang lain.  Entah sejak kapan, aku menjadi yang seperlunya, secukupnya. Sekalipun sudah mencoba seper...

Melihat diri kedalam ..

Semakin melihat diri kedalam, semakin juga banyak sadarnya kalau diri sendiri banyak sekali kurangnya. Semakin males ribet entah itu urusan tentang pekerjaan atau urusan pribadi lainya. Ketika tentang lingkungan malah seringkali buat diri jadi makin insecure, diri yang lain pintar-pintar menahan diri, untuk tidak apa kalau merasa kurang karena katanya setiap manusia pasti ada kurangnya. Semakin melihat diri kedalam, semakin sadar akan umur. Semua bukan lagi tentang haha-hihi, tapi tentang apa-apa yang jadi tanggung jawab. Semua bukan lagi tentang gengsi, ego dan apa-apa yang mengikat diri untuk jadi manusia yang tumbuh jadi lebih baik. Meskipun rasa takut dan khawatir terus berlanjut setiap harinya, diri yang lain juga pintar-pintar untuk memberanikan diri, untuk jadi berani pada hal-hal yang seringkali ditakuti. Walaupun rasanya sulit. Sangat sulit.  Semakin melihat diri kedalam, semakin ingin terus memantaskan diri. Memantaskan diri untuk Tuhan, orangtua dan untuk diri sendiri. T...