Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Teruntuk Putri

Aku sudah mengenalnya sejak 6 tahun lalu. Pendiam, perasa dan juga pemikir. Dulu, kami tidak terlalu dekat, bahkan bisa dibilang aku hanya tahu tentangnya tapi tidak mendalam. Yang aku tahu, dia pintar. Banyak pria yang mencoba mendekatinya. Bahkan, jika aku pria, mungkin aku akan berada dibarisan itu. Dia baik. Aku paham, jika banyak yang mencoba mendekatinya. Semakin mengenalnya, ada banyak cerita yang mengejutkan dalam hidupnya. Dan semakin mengenalnya pula aku selalu ingin berada dibaris terdepan sebagai sahabatnya. Menjadi definisi sahabat yang sebenarnya. Mendengarkan saat butuh didengarkan, berada disinya saat dibutuhkan dan mungkin membantunya dikala sulit. Bertahun-tahun mengenalnya, rasanya aku masih belum mengenalnya lebih jauh. Banyak cerita-cerita lain yang tidak aku tahu. Ah, mungkin perlu pendekatan lebih jauh, dia tidak seterbuka itu.  Kami memiliki banyak cerita yang sama, terutama soal ketakutan dan terlebih takut pada diri sendiri. Seringkali, masi...

6 Tahun Berlalu ..

Aku tidak pernah berpikir, bahwa kamu juga mengingatku Hari ini, aku sempat terpaku. Kaget. Sangaaaaat kaget. Dalam anganku, cukup dengan kamu mengetahui namaku, semua sudah cukup Tapi aku tahu diri dan aku akan selalu teguh pada pendirianku yang satu ini Bukan maksudku untuk merendah, tapi apalah aku? Aku selalu berharap kamu mendapatkan yang terbaik, tapi aku tahu diri bukan aku yang terbaik Hari ini, inginku mengakhiri, tapi rasa penasaranku mengurungkannya Ya. Aku sangat penasaran tentang kamu. Kamu sedang apa, sudah makan belum, bagaimana dengan hari ini rasanya ingin ku tanyakan setiap detiknya Ah, tapi aku cukup malu tentang itu Kali ini, aku akan percaya pada waktu Aku tidak akan berusaha lebih keras lagi Karena aku selalu percaya, semua akan kembali jika takdirnya Terimakasih, telah membuat hati tenang dalam dua hari ini Aku hanya berharap bisa seterusnya, tapi aku sendiri tidak yakin apakah seterusnya akan seperti ini Selamat menikmati hari libur untuk kamu!

Sebuah Kutukan?

Dari jauh, aku sudah mendengar suara langkahnya dengan sangat jelas. Segera ku merapikan diriku sendiri dalam sekian detik, agar terlihat cantik didepannya. Meja kerjaku yang acak-acakan dengan sangat ajaibnya dalam sekian detik menjadi rapi seketika. Seolah-olah seperti disulap oleh sihir. Semakin dekat suara langkah, semakin pula perasaanku menjadi tidak karuan. Sampai akhirnya suara pintu terbuka membuat diriku yang sejak tadi merasa tidak karuan semakin dan semakin menjadi tidak karuan lagi. Dia kemudian duduk didepanku, di kursi dengan sekat meja, tepat berhadapan denganku yang sedang berpura-pura mengetik di laptop, padahal kamu mungkin tahu, sejak mendengar langkahnya pun aku kemudian sudah tidak fokus lagi dengan apa yang sedang aku kerjakan tadi. “Put, Put. Aku punya berita.”Katanya dengan sangat antusias. ''Apa?.”Aku menjawab singkat dengan ekspresi yang aku sendiripun takut ketahuan didepannya. Dan juga, aku cukup antusias untuk mendengar ceritanya. Kamu ...

Hari Ke-234

Inginku bersifat masa bodoh pada hal-hal yang menurut orang sepele Inginku bersifat acuh, pada hal-hal yang memang perlu diacuhkan Kata orang aku terlalu perasa Aku yang lebih tahu tentangku mereka hanya melihat Tidak apa mereka berkata seperti itu Setidaknya hanya itu yang bisa aku lakukan Setidaknya itulah masa bodohku Tenang, aku juga sedang berproses Proses tentang masa bodoh dan acuh pada hal yang perlu diacuhkan Mulai masa bodoh dan acuh tentang kamu mungkin salah satunya