Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

Pengecut ..

Selalu tidak ingin menjadi pengecut minimal untuk diri sendiri tapi nyatanya sulit juga ya? Kaya banyak hal didepan mata yang sebenarnya emang perlu dijalani aja nanti juga akan membaik akhirnya, tapi pas lagi bagian capenya kaya ingin menyerah aja gitu. Sering juga menyugesti diri sendiri dengan "ayolah kamu bisa jangan jadi pengecut." Tapi kenyataanya kadang selalu ingin menghindar dari orang-orang supaya jauh juga dari rasa sakit hati bukan cuma soal menghindar dari masalah, se-sepele itu, cuma ingin menghindar karena takut sakit hati. Setiap kali ingin membuka lembaran baru, buat jadi lebih berani, setiap kali juga teringat hal-hal yang bikin diri sendiri jadi tidak bersemangat. Kita coba lagi dimulai hari ini, siapa tau tidak lagi menjadi manusia pengecut lagi. Siapa tau jadi manusia yang semakin berani buat hal-hal baik. Tapi baik menurut siapa ya? 

Doa terburuk dan rasa iri ..

Ceritaku dengan Tuhanku, tidak selalu hal-hal baik. Aku selalu berdoa dan bercerita kepada-Nya dengan banyak permintaan baik tapi ada juga yang terburuk. Suatu hari, aku meminta untuk selalu diiklaskan, dilapangkan untuk menghadapi orang-orang yang sering membuatku jatuh, 'atau kalau boleh Tuhan, jauhkan aku dengan mereka.' Begitu kataku, sambil seringkali menangis disetiapnya. Aku memulai hari seperti biasa. Menjauhi hal-hal yang menyakitkan dan fokus dengan apa yang aku kerjakan. Hingga ada satu masa, aku merasa kesepian. Tapi rasa syukur juga hadir beriring. Oh ternyata, ini maksud Tuhan. Sekalipun kamu dihadapkan dengan orang-orang yang lebih sering menjatuhkan dan bahkan menyakitkanmu, mereka ternyata dihadirkan sebagai pelengkap hidup. Karena selalu sepi, ternyata tidak baik juga.  Rasa iri hadir kala melihat banyak dari mereka bersama. Tapi ya bersyukur juga, ada di zona nyaman ini. Perasaan irinya hanya hadir kadang-kadang, selebihnya masih banyak rasa syukurnya.  Beso...

Bagian tidak menyenangkan ..

Tulisan kali ini, bukan sesuatu yang so so puitis lagi tapi tulisan yang nyata, tentang banyak orang yang menguras energi tentang mereka dan lingkunganku. Di kehidupan ini, seringkali sadar kalau bagian sedih tidak selalu tentang diri sendiri, banyak manusia dan segala kesedihanya. Bahkan mungkin kesedihanku, tidak ada apa-apanya. Tapi ini bukan soal banding-membandingkan.  Ceritanya dimulai dari sini. Kadang aku merasa kalau dunia ini masih terlalu baru buatku. Dahulu, aku selalu merasa lebih banyak dipertemukan dengan teman baik dan jarang sekali bertemu teman yang kurang menyenangkan. Dunia terlalu menyenangkan kala itu. Semakin dewasa, ternyata kata orang duniamu akan berubah ternyata itu benar adanya. Aku dihadapkan dengan manusia yang beragam kepribadian, kelas dan lain sebagainya. Aku masih terlalu shock, bahkan mungkin sampai dengan detik ini. Singkat cerita, kami bertemu. Dia yang awalnya terlihat baik, lama-lama jadi banyak menemukan hal-hal tidak menyenangkan bersama dia...