Semakin dipikir, dari sisi mana kita menjadi mungkin rasanya bisa jadi tidak mungkin. Meskipun kita percaya rencana Tuhan baik, bisa jadi rencananya adalah kita dan ketidakmungkinan. Tapi salah ga ya, kalau sedikit saja masih mengharap? Mengharap kamu, yang tidak pernah mengharapku? Sekasian itukah aku? atau mungkin kasian kitanya?