Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Aku dan Ketakutanku

Malam ini sepi. Semua sibuk dengan aktivitas dan dunianya. Hanya terdengar suara binatang malam, yang entah apa namanya Kadang, aku suka sepi. Terutama saat aku lelah dengan segala urusan Kadang pula aku membencinya Karena sepi, kadang pula akan membawaku pada pikiran-pikiran itu Aku membencinya Aku akan berpikir tentang banyak hal Terutama hal-hal menakutkan Ingatan-ingatan itu, pikiran-pikiran itu, kembali datang seperti sebuah film yang sedang ditayangkan Sungguh, aku sunguh-sungguh Kadang aku bertanya, apakah ini sungguh baik? Apakah setiap orang sepertiku? Apakah aku sakit jiwa? Aku sungguh tidak tahu Pikiran-pikiran serta ingatan-ingatan menakutkan itu akan terus ada Sampai aku tertidur pulas maka semua selesai Tuhan, jika hal ini saja membuatku selalu takut Lantas apa yang akan terjadi jika, ah, aku terlalu takut mengatakannya Tuhan, aku tidak meminta banyak Tolong, jaga mereka Tolong bantu aku menjaga senyum itu Senyum yang menenangkan Tolong jangan sampai ...

Putri Salju dan Cermin Ajaib

Aku melihatmu di cermin Ya. Sosok itu Sosok yang selama ini didambakan, tapi tidak pernah mendambakan Aku si pengagum, kamu yang dikagumi Ini kisah tentang putri salju di kehidupan nyata Di cermin. Saat ini, dia sedang didepan cermin, menggunakan gaun yang indah dan dengan riasan yang semakin membuatnya cantik Aku melihatnya sangat jelas Hai, cermin ajaib! Hari ini, kamu kembali menirukan putri salju, kartun kesukaanmu Siapakah yang paling cantik di dunia ini? Bagiku, itu adalah pertanyaan yang sangat mudah Oh tentu jelas, sangat jelas, itu adalah kamu Cermin itu tidak menjawab Tapi, mengapa pangeran belum datang juga? Tanyamu lagi Aku terpaku Inginku berkata, bahwa sejak tadi aku sudah disini, memperhatikan setiap apapun tentang kamu Bahwa kamu hanya tidak pernah melihatku, atau menyadari keberadaanku Perlahan kamu meninggalkan cermin itu Semakin jauh, semakin dirasa menyakitkan Aku masih disini, akan disini Ketahuilah, aku sangat senang menanti kamu bercermin set...

Mengapa kehidupan diakhiri kematian?

Jika esok aku melihatnya menangis lagi, aku akan membiarkannya Tahu kehilangan ini sangat menyakitkan, tapi tidak tahu bagaimana cara meredakannya Tahu bahwa ini akan pasti terjadi, tapi tidak tahu bagaimana cara menerimanya Tahu bahwa menangis tidak akan membuatnya kembali, tapi tidak tahu bagaimana cara untuk tetap tegar Sering aku merasa takut dan mengeluh mengapa kehidupan diakhiri kematian? Tapi Tuhan selalu tahu apa yang terbaik bagi umatnya

Nak, bisakah kamu perhatikan ibu sebentar saja?

Walaupun kita dekat, tapi tidak merasakan dekat dalam artian yang sebenarnya. Dia anakku, sekarang sedang candu dengan benda itu. Benda yang mungkin, saat ini digemari dan disukai oleh anak seusianya. Sesekali ia tersenyum, sesekali ia tertawa, karena benda itu. Padahal aku sedang disisinya, padahal aku sedang didepannya. Aku rindu bercengkarama dengannya, rindu bercanda dengannya dan bahkan rindu menceritakan hal-hal kehidupan bersamanya. Sekali lagi, walau kita dekat, tapi aku merasa jauh. Benda itu, seringkali diperhatikannya. Nak, bisakah kamu perhatikan ibu sebentar saja? bisakah kita lebih banyak bercengkarama dan menikmati waktu bersama? sesekali ibu iri pada benda itu. Apa itu namanya? telepon pintar? (Terinspirasi dari cerita para orang tua) Bandung, 8 Oktober 2018