Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Yang aku takutkan ..

Yang aku takutkan adalah ketika masing-masing dari kita tidak lagi punya alasan untuk saling tegur sapa Ketika masing-masing dari kita saling menjaga satu sama lain dengan berjarak Ketika masing-masing dari kita saling salah sangka berdasar pada rasa kira-kira tanpa penjelasan Ketika masing-masing dari kita saling lupa dengan apa yang pernah terjadi Realitasnya mungkin akan seperti itu jika memang takdir baik tak pernah mampir pada cerita kita Tapi saat ini, bagiku membayangkannya saja cukup menakutkan

Lapang hati ..

Hari ini, belajar jadi orang yang lapang hati. Coba introspeksi letak salah. Meski hanya penilaian subjektif. Rasanya senang, jika memang ada yang disadarkan tanpa harus seringkali mengingatkan lagi. Walaupun sering tanya "dulu-dulu kemana?." Mungkin baru pahamnya sekarang, jadi jangan disalah dulu. Perlu pendalaman untuk tahu apa-apa yang jadi alasan. Jangan jadi main hakim sendiri. Semoga setiap hati tetap lapang untuk selalu mendengarkan. Semoga temu dengar jadi alasan untuk sama saling perbaiki diri Baik-baik untuk tiap-tiap perasaan, jangan selalu menilai tiba-tiba gitu aja, tanpa tau.

Kemarin kebetulan ..

Kemarin itu, kebetulan bukan ya? Rasanya kaya kebetulan sih. Setelah ingin tau kabar, malah dikabari dengan cara yang lain, mungkin. Gapapa deh, gapapa, soalnya gatau juga kan harus apa wkwkwkwk. Aku sih sebenernya yang gatau harus apa hahahahaha

Udah ikhlas sejak lama ..

Apa kabar? Kayanya lagi sibuk ya? Sama. Aku juga belakangan ini lagi sibuk Selain sibuk sama kerjaan, sibuk juga sama pikiran sendiri Tapi syukurlah kalau kamu baik-baik aja Rasanya jadi gak perlu nanya-nanya lagi kabar, karena aku sendiri gak punya alasan yang jelas untuk itu Hahahaha lucu ya? Bukan lucu karena gak punya alasan yang jelas, tapi anehnya, aku selalu ingin tau kalau kamu baik-baik aja Gak tau juga sih kenapa, ingin tau aja Padahal kalau dirasa-rasa ya sebenernya aku udah ikhlas sejak lama Aku gak pernah juga punya ekspektasi tinggi, karena kamu tau gak kenapa? Karena ya, aku juga tau diri. Aku belum jadi baik, seperti kamu. Dan hak kamu juga untuk melakukan apapun. Udah sih gitu aja Oh iya, aku belakangan ini lagi takut gitu tapi ga tau kenapa. Engga, ga. Bukan takut kehilangan kamu atau apa-apa tentang kamu .. bukan kok. Kamu jangan ngerasa bersalah gitu ya. Cuman kaya takut aja, gak jelas takutnya kenapa Kamu pernah gitu juga gak sih?

Ga semua bisa sama ..

Seringkali dihadapkan pada dia yang menuntut untuk satu pikiran, seringkali juga dibuat resah. Kadang jadi bingung. Ikutin kata hati, atau kata dia yang terus menerus menuntut ini itu. Mungkin maksudnya baik, tapi sepertinya juga tidak semua baik. Kalau-kalau memang membangun, harusnya bisa merubah jadi lebih baik dan tentunya dengan cara yang baik pula. Belakangan ini, apa-apa tentangnya selalu buat ga habis pikir. Ini dia yang terlalu pintar atau aku yang terlalu bodoh? Nyatanya, yang aku pahami jalan pikiranya memang idealis. Apa-apa tentang pikiran dan pendapatnya seringkali ingin orang lain juga sama. Tapi tentu dengan caranya yang kadang menyebalkan. Awalnya dikira "gapapa, lama-lama juga terbiasa." tapi sampai sekarang padahal sudah sering, belum juga terbiasa. Rasanya kadang masih jadi sakit dan bikin gelisah sendiri. Sebenernya aku salah apa? Bukankah semua orang punya pendapatnya masing-masing? Teruntuk kamu, bisa tidak kita urus hidup kita masing-masing ...

Semoga kita semua selalu tumbuh jadi lebih baik ..

Setiap orang tumbuh dengan setiap cara yang berbeda Ada yang karena lingkungan kehidupanya Ada yang karena kehidupan masa lalunya kurang baik Dan bahkan ada juga karena kehidupan orang lain yang ia ambil pembelajaranya Pada prosesnya kita memelajari apa-apa yang sudah terjadi Tapi beberapakali juga sering terulang kembali dengan kebedaan tertentu Walaupun banyak belajar untuk tumbuh dari pembelajaran yang sudah-sudah, kadang semesta lebih kreatif dari yang kamu kira Hal diluar dugaan bahkan diluar nalar pun bisa saja terjadi Kalau sudah gini, ya mau gimana lagi kalau bukan sering-sering minta dan berdoa "Semoga selalu tumbuh jadi lebih baik, dengan kesabaran dan kelapangan hati yang tak terhingga"

Ga usah ngarep ..

Kalau kamu ngarepin orang buat peka sama kamu, itu rasanya kaya salah sih. Salah kamu yang banyak berharap supaya orang lain peka. Karena ga semua orang bisa responsif sama apa-apa maunya kamu dan karena orang lain juga berhak buat ga peduli sama kamu. Barangkali ternyata mereka punya masalah yang lebih rumit dari diri kamu, boro-boro juga mikirin buat peka sama kamu. Ga usah banyak drama-dramalah. Semua orang juga berperan jadi yang utama disetiap cerita kehidupanya masing-masing, jadi ga usah bikin orang lain ribet dengan minta-minta mereka harus peka sama kamu.

Tuhan adalah sebaik-baiknya Perencana ..

Barangkali kita sudah merencanakan hal-hal yang baik tapi harus berubah, mungkin memang sudah takdirnya seperti itu. Tuhan punya banyak cara, untuk menjaga apa-apa yang sebenarnya baik untuk kita, bahkan dengan cara yang paling diluar dugaan sekalipun. Ada banyak hal-hal baik yang pasti akan kita temukan disetiapnya, hanya sayang, sebagian mungkin sudah terlampau kecewa sampai lupa bahwa Tuhan adalah sebaik-baiknya Perencana dan kita bukan apa-apa tanpa kehendak-Nya.