Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Phobia Hari Esok

Ingin kuceritakan tentang diriku yang sebenarnya. Bukan tanpa alasan. Tapi kamu harus tahu. Kebanyakan orang selalu menantikan hari esok. Tapi aku tidak. Tidak sama sekali. Aku takut. Dalam keseharianku, aku tampak seperti egois. Hidup terlihat serius dan tak menikmati. Bukan. Bukan begitu. Aku takut. Tolong pahami. Begitu dengan setiap malamku. Aku tampak seperti tanpa beban. Tidur telentang menatap atap kamar dengan tatapan kosong. Bukan. Bukan Begitu. Aku takut. Tolong pahami. Memikirkan hari esok, esok dan esok lagi menjadi begitu menakutkan bagiku. Ini tentang apa yang akan terjadi. Tentang kepastian hari esok yang ku sendiri tak tahu seperti apa jalannya. Ketakutan akan ketidakpastian mengenai hari esok, kejam dan berat bagiku. Dan aku hanya ingin menghindari semuanya. Apakah esok, esok dan esok lagi aku masih disini? Apakah esok, esok dan esok lagi aku masih bersama orang-orang terkasih? Berat untuk menutup mata walau lelah. Pikiran tentang hari esok me...

Ridwan Kamil: Tugas Kita Menjemput Takdir dengan Ikhtiar

Politik tuh apa sih? Pertanyaan yang sampai saat ini masih terngiang di kepala pada saat pertama kali diwawancara untuk jadi bagian dari timses Kang Emil waktu itu. Aku adalah tipe orang yang bodo amat soal politik. Bener-bener gelap. Bahkan aku menjudge politik adalah sesuatu yang menyebalkan. Dan kamu tahu, aku menyumpahi diri aku kalau suatu hari nanti jangan sampai aku masuk dunia politik. Tapi suatu hari, entah dapet hidayah dari mana. Aku ngerasa aku setidaknya harus tau atau harus belajar tentang politik. Karena sejujurnya, kalau aku gatau politik tapi malah menjudge itu sesuatu yang aga aneh juga. Dan aku merasa malu sama diri aku sendiri yang menjudge politik tapi selama kuliah ikut-ikutan organisasi BEM, HIMA, dsb. Bukannya itu sama-sama aja berpolitik? So, aku pengen tau dulu, apakah politik sesuai dengan apa yang selalu aku pikirkan? Ribet dan selalu negatif? Dan ini kesempatan aku. Selain karena diajak temen buat gabung ditambah lagi karena waktu itu lagi gabut ...

Aku Decidophobia

Aku memvonis diri aku sebagai Decidophobia. Aku gak pernah ke psikolog sih, tapi aku merasa aku sebagai penderita Decidophobia. Apa sih Decidophobia tuh? Decidophobia itu ketakutan dalam membuat keputusan atau memilih. Jadi, kalau aku dikasih dua atau lebih pilihan aku suka takut, khawatir, gemeteran dan suka keringet dingin juga, kalau pilihan itu sangat urgent untuk secepatnya dipilih. Kaya lebay gitu yah? Tapi engga, ini serius. Aku bahkan akan terus kepikiran sampai tiga hari atau seminggu lebih terkait pilihan yang sudah aku pilih atau bahkan akan aku pilih. Kenapa yah aku kok bisa Decidophobia? Aku juga ga ngerti. Ini dimulai sejak kapanpun aku ga ngerti. Tapi aku ngerasa ini tuh emang terjadi sejak aku masih kecil. Satu hal yang pasti, yang aku pikirin adalah aku takut mengecewakan orang lain yang terdampak sama pilihan yang aku buat. Sejujurnya, aku rada menderita sih belakangan ini. Kadang kepikiran juga aku tuh kaya gak punya pendirian gitu, mikirnya kelamaa...