Hidup lagi cape-capenya, pikirannya cuma inget kamu. Rasanya pengen nangis banget-sebanget-bangetnya terus ceritain semuanya. Mau ngechat dan cerita juga takut responnya kaya kemarin-kemarin. Kamu bilang, katanya mau jadi temen, tapi ngechat lagi aja belum pernah, selalu aku yang duluan setelah break. Kaya bener-bener menghindar. Hm, gapapa sih, mungkin aku terlalu berharap berlebihan maksud dari "teman" yang sering kamu sebut itu. Atau mungkin aku juga masih berharap. Dan kamu juga gamau juga sama aku, jadi gapapa. Walau semakin hari, semakin berat, semakin intens menangisnya, aku rasa aku sudah cukup baik dengan ga ganggu kamu lagi, walaupun sesekali aku pengen curhat, pengen cerita kaya dulu lagi, atau sekedar pengen ditemenin. Karena aku juga ga berharap banyak, aku cuma masih pengen ditemenin aja, walau aku tau itu ga mungkin. Kamu tau kan, aku ga punya temen cerita. Rasanya menyenangkan bisa ditemenin sama kamu walaupun dalam waktu yang sangat singkat. Mungkin karena ke...