Aku selalu berpikir bahwa fantasi sebenarnya lebih baik dari pada kenyataan. Dan aku berpikir tentang betapa senangnya untuk akhirnya dapat melihat kamu lagi. Tetapi ketika aku benar-benar melihatmu lagi, kamu tidak seperti apa yang aku harapkan. Ini benar-benar berbanding terbalik dengan fantasiku. Bahkan, semakin aku tahu tentang kamu, semakin sulit dan menyakitkan. Sampai sekarang, aku masih sungguh tak percaya dengan kenyataan ini. Padahal beberapa waktu lalu, bahkan kamu adalah orang pertama yang selalu bertanya “Apakah semuanya baik-baik saja?” Kamu harus tahu, aku sangat rindu pertanyaan itu. Kamu harus tahu, bahwa aku saat ini sedang berada di titik bawah. Bahwa aku sekarang sedang merasa lelah, dan aku ingin menceritakan perasaan aku ini kepadamu seperti dulu. Tapi aku rasa ini akan sulit, dan menjadi canggung pada akhirnya. Dan fantasi ini selalu hadir menenangkan. Bagaimana tidak? Ketika aku berhenti berfantasi rasanya kenyataan seperti mimpi ...