Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Mengemis Rasa

Kembali pada cerita lama Ada yang mengemis rasa Aku lihat dari jauh, usahanya Perempuan itu tak peka wahai kawan Aku harus berkata apa Kadang putus asa Tapi tetap mempertahankan Kamu cantik, katanya Kamu baik, katanya Kamu mempesona, katanya Sudah seberapa lama, tapi tetap tak peka Dia lelah Lalu kembali Aku disini mendengarkan Keluh si pengemis rasa Apakah cintanya akan melebur jika kamu seperti itu? Tunggu. Bersabarlah. Dia perlu proses panjang untuk dapat luluh. Tapi jika kamu lelah, ceritakan, meski sulit melepaskan. Aku tahu. Bukankah kita teman? Kamu bertanya, kenapa kami harus mengemis rasa? Bukankah wanita juga punya rasa? Kenapa harus kami? Kenapa wanita hanya menerima dan menunggu? Dan kemudian dia tertawa lepas Itu bukan takdir, hanya konstruksi manusia Aku diam, mendengarkan Manusia hanya perlu didengarkan. Alasan. Ah bukan, aku tidak bisa menjawab Tapi benar. Itu konstruksi sepertinya Dia kembali bangkit Dengan kebaruan Katanya, aku pami...

Sore, Kamu, dan Sepi

Aku jatuh luluh Atas perlakuan manismu sore itu Entah mengapa, perlakuan itu, seolah membuat degup jantung tak menentu Aku khawatir terdengar Tapi tak mengapa. Siapa tau kamu mendengarnya dan jadi tahu tanpa diberi tahu. Oh, andai waktu tidak memiliki sifat yang berlangsung cepat itu Aku ingin lebih lama Semua sempurna. Ada sore, kamu, dan sepi Aku bahkan lupa. Mungkin, tak sepi seperti itu. Hanya saja, aku terfokus pada pandangmu Seolah semua jadi tak terdengar. Aku menjadi yang terbahagia. Dan aku bersyukur atas setiap detiknya. Hey, kamu. Terimakasih atas sore itu dan terimakasih atas semua kenangan yang "sempat" tercipta. Jatinangor, 2017

Pecandu Harapan

Ada dua pemeran Pria dan wanita Diusianya yang krisis Siapakah pecandu harapan? Oh, wahai pria Kenapa mendekati dan membuat jatuh hati Padahal kau tahu, aku tidak hati-hati Lagi, kau selalu buatku menanti Oh, wahai wanita Aku tidak berniat membuat kamu jatuh hati Itu hanya karena kamu selalu pakai hati Tapi kamu selalu dekat di hati Keduanya gelisah Ditinggal dirasa sayang Pria tak bermaksud, wanita tak bermaksud Keduanya pecandu harapan Harapan memberi hati, harapan diberi hati Biarkan. Biarkanlah. Tak ada yang ada tahu hati

Bisikkan Tuhan

Semua orang menyuruhmu berlari. Tapi Aku tahu. "Kakimu sedang sakit kan?" Jalan saja. Hidup bukan tentang seberapa kencang berlari. Dan Aku, menjadikan sakit kakimu sebagai istirahat sembari memikirkan strategi apa yang seharusnya dilakukan. Aku akan beri tahu sesuatu. Tenang, hanya Aku dan kamu yang tahu. Aku punya rahasia yang hanya akan Aku bisikkan padamu. "Bahwa disana ada jalan pintas" Ini bukan licik. Tapi strategi. Bahkan, mereka yang berlari pun punya strategi. Kamu spesial. Maka, teruslah bersyukur dan berusaha walau kakimu sedang sakit. Aku selalu disisimu. Ingat. Aku disisimu.

Dan Lagi

Sore itu, aku kembali dengan lelah. Bukan karena apa yang aku kerjakan. Melainkan apa yang aku pikirkan. Ternyata pikiran kadang bisa membuat semua gelap. Menutup semua rasa bahagia. Seolah tidak ada celah lain untuk berpikir dan menerima. Aku selalu berpikir bahwa Tuhan yang Maha Kasih akan menjaga. Tapi ketakutan itu tetap ada. Seolah tak dibiarkan sedetikpun untuk lengah. Aku tahu. Ini pertanda Tuhan. Agar aku selalu mengingat-Nya dengan cara ini. Agar aku selalu tak lengah berdoa kepada-Nya dan memohon ampun kepada-Nya. Agar aku selalu mengingat bahwa kapanpun atas kehendak-Nya itu bisa terjadi. Tuhan, terimakasih. Tapi tolong untuk selalu tenangkan dan terangkan hati ini.

Pemilik Hidup

Semua yang tercipta, aku kamu dan mereka Sama hidup, sama berjalan, sama tujuan Diatas, di bawah, adalah ujian Kita pemilik hidup Konon katanya, ada satu si pemilik hidup Sama hidup, sama berjalan, sama tujuan, tapi tetap merasa beda Diatas, dibawah, bukan ujian tapi ancaman Dia jatuh terperosok Terasa sulit bangkit karena jurang yang dalam Jurang kebencian Siapa yang disalahkan? Dia hanya menyalahkan dirinya dan terus begitu Oh, ternyata dia sedang berada di titik jenuh Si pemilik hidup sangat awam tentang kehidupan ini Memalukan Haruskah? Haruskah si pemilik hidup merasa jijik dengan dirinya? Setelah ia jatuh pada jurang yang bau Si pemilik hidup mencoba bangkit Tapi kerikil yang berjatuhan kembali mendorongnya jatuh Segala sesuatu yang diatas bahkan hanya melihat Hey, dia tidak butuh dilihat Cukup dia beri waktu untuk kembali bangkit Dan kerikil-kerikil yang jatuh akan dia injak untuk naik ke atas Dan yang melihat, akan terke...