Kembali pada cerita lama Ada yang mengemis rasa Aku lihat dari jauh, usahanya Perempuan itu tak peka wahai kawan Aku harus berkata apa Kadang putus asa Tapi tetap mempertahankan Kamu cantik, katanya Kamu baik, katanya Kamu mempesona, katanya Sudah seberapa lama, tapi tetap tak peka Dia lelah Lalu kembali Aku disini mendengarkan Keluh si pengemis rasa Apakah cintanya akan melebur jika kamu seperti itu? Tunggu. Bersabarlah. Dia perlu proses panjang untuk dapat luluh. Tapi jika kamu lelah, ceritakan, meski sulit melepaskan. Aku tahu. Bukankah kita teman? Kamu bertanya, kenapa kami harus mengemis rasa? Bukankah wanita juga punya rasa? Kenapa harus kami? Kenapa wanita hanya menerima dan menunggu? Dan kemudian dia tertawa lepas Itu bukan takdir, hanya konstruksi manusia Aku diam, mendengarkan Manusia hanya perlu didengarkan. Alasan. Ah bukan, aku tidak bisa menjawab Tapi benar. Itu konstruksi sepertinya Dia kembali bangkit Dengan kebaruan Katanya, aku pami...