Aku selalu berpikir bahwa fantasi sebenarnya lebih baik dari
pada kenyataan.
Dan aku berpikir tentang betapa senangnya untuk akhirnya
dapat melihat kamu lagi.
Tetapi ketika aku benar-benar melihatmu lagi, kamu tidak
seperti apa yang aku harapkan. Ini benar-benar berbanding terbalik dengan
fantasiku.
Bahkan, semakin aku tahu tentang kamu, semakin sulit dan
menyakitkan.
Sampai sekarang, aku masih sungguh tak percaya dengan
kenyataan ini.
Padahal beberapa waktu lalu, bahkan kamu adalah orang
pertama yang selalu bertanya “Apakah semuanya baik-baik saja?”
Kamu harus tahu, aku sangat rindu pertanyaan itu.
Kamu harus tahu, bahwa aku saat ini sedang berada di titik
bawah.
Bahwa aku sekarang sedang merasa lelah, dan aku ingin
menceritakan perasaan aku ini kepadamu seperti dulu.
Tapi aku rasa ini akan sulit, dan menjadi canggung pada
akhirnya.
Dan fantasi ini selalu hadir menenangkan.
Bagaimana tidak?
Ketika aku berhenti berfantasi rasanya kenyataan seperti
mimpi buruk.
Dan aku akan terus berfantasi.
Sampai aku dapat menerima kenyataan bahwa fantasiku hanya
bualan belaka.
Karena sebenarnya fantasiku ini hanya alasanku untuk
menguatkan bahwa semuanya baik-baik saja.
Sulit untuk menyadari bahwa kita tidak sedekat dulu dan
seperti fantasiku saat ini.
Dan aku akan terus berfantasi sampai aku mulai menerima
kenyataan bahwa kita sudah memutuskan jalan kita masing-masing.
Komentar
Posting Komentar