Sore itu, aku kembali dengan lelah.
Bukan karena apa yang aku kerjakan.
Melainkan apa yang aku pikirkan.
Ternyata pikiran kadang bisa membuat semua gelap.
Menutup semua rasa bahagia.
Seolah tidak ada celah lain untuk berpikir dan menerima.
Aku selalu berpikir bahwa Tuhan yang Maha Kasih akan menjaga.
Tapi ketakutan itu tetap ada.
Seolah tak dibiarkan sedetikpun untuk lengah.
Aku tahu.
Ini pertanda Tuhan.
Agar aku selalu mengingat-Nya dengan cara ini.
Agar aku selalu tak lengah berdoa kepada-Nya dan memohon ampun kepada-Nya.
Agar aku selalu mengingat bahwa kapanpun atas kehendak-Nya itu bisa terjadi.
Tuhan, terimakasih.
Tapi tolong untuk selalu tenangkan dan terangkan hati ini.
Bukan karena apa yang aku kerjakan.
Melainkan apa yang aku pikirkan.
Ternyata pikiran kadang bisa membuat semua gelap.
Menutup semua rasa bahagia.
Seolah tidak ada celah lain untuk berpikir dan menerima.
Aku selalu berpikir bahwa Tuhan yang Maha Kasih akan menjaga.
Tapi ketakutan itu tetap ada.
Seolah tak dibiarkan sedetikpun untuk lengah.
Aku tahu.
Ini pertanda Tuhan.
Agar aku selalu mengingat-Nya dengan cara ini.
Agar aku selalu tak lengah berdoa kepada-Nya dan memohon ampun kepada-Nya.
Agar aku selalu mengingat bahwa kapanpun atas kehendak-Nya itu bisa terjadi.
Tuhan, terimakasih.
Tapi tolong untuk selalu tenangkan dan terangkan hati ini.
Komentar
Posting Komentar