Walaupun kita dekat, tapi tidak merasakan dekat dalam artian yang sebenarnya. Dia anakku, sekarang sedang candu dengan benda itu. Benda yang mungkin, saat ini digemari dan disukai oleh anak seusianya. Sesekali ia tersenyum, sesekali ia tertawa, karena benda itu. Padahal aku sedang disisinya, padahal aku sedang didepannya. Aku rindu bercengkarama dengannya, rindu bercanda dengannya dan bahkan rindu menceritakan hal-hal kehidupan bersamanya. Sekali lagi, walau kita dekat, tapi aku merasa jauh. Benda itu, seringkali diperhatikannya. Nak, bisakah kamu perhatikan ibu sebentar saja? bisakah kita lebih banyak bercengkarama dan menikmati waktu bersama? sesekali ibu iri pada benda itu. Apa itu namanya? telepon pintar?
(Terinspirasi dari cerita para orang tua)
Bandung, 8 Oktober 2018
Bandung, 8 Oktober 2018
Komentar
Posting Komentar