Seringkali dihadapkan pada dia yang menuntut untuk satu pikiran, seringkali juga dibuat resah. Kadang jadi bingung. Ikutin kata hati, atau kata dia yang terus menerus menuntut ini itu. Mungkin maksudnya baik, tapi sepertinya juga tidak semua baik. Kalau-kalau memang membangun, harusnya bisa merubah jadi lebih baik dan tentunya dengan cara yang baik pula.
Belakangan ini, apa-apa tentangnya selalu buat ga habis pikir. Ini dia yang terlalu pintar atau aku yang terlalu bodoh?
Nyatanya, yang aku pahami jalan pikiranya memang idealis. Apa-apa tentang pikiran dan pendapatnya seringkali ingin orang lain juga sama. Tapi tentu dengan caranya yang kadang menyebalkan. Awalnya dikira "gapapa, lama-lama juga terbiasa." tapi sampai sekarang padahal sudah sering, belum juga terbiasa. Rasanya kadang masih jadi sakit dan bikin gelisah sendiri. Sebenernya aku salah apa? Bukankah semua orang punya pendapatnya masing-masing?
Teruntuk kamu, bisa tidak kita urus hidup kita masing-masing dulu?
Yang aku tau, kamu juga jatuh sendiri karena mengharap orang lain harus jadi idealnya kamu.
Ga bisa, ga semua bisa sama dengan kamu
Dari pada kamu memaksakan orang lain dengan cara yang menurutku kurang baik
Gimana kalau, kamu fokus sama diri kamu sendiri dulu?
Barangkali pikiranmu terlalu rumit sama pikiran-pikiran yang bukan ranahnya kamu. Kan masing-masing kita punya sesuatu yang memang harus dikerjakan sesuai ranahnya.
Aku berterimakasih karena kamupun sering membantu banyak. Tapi bisa tidak, sekali ini saja, jangan buat kita debat dulu. Aku sedang tidak baik, bukan karena tentang kamu saja, tapi kehidupanku saat ini.
Terimakasih sudah mengerti.
Terimakasih untuk diri ini juga yang sangat pintar menjaga emosi.
Komentar
Posting Komentar