Langsung ke konten utama

Misteri sepeda pendek dan kaki panjang


Misteri sepeda pendek, dan kaki panjang ..

(ini cuman buat hiburan yah, jadi bahasanya emang di ubah-ubah .. tapi ini cerita nyata tapi aku bumbu-bumbuin :D )

Tadi pagi, pas aku bangun dari tidur aku langsung disuruh beli toge ke warung sama mamah. Mamah nyuruh aku pake sepeda, sekarang kan jamannya pake motor yah, tapi mamah ngotot banget aku pake sepeda.

Yaudah deh aku nurut pake sepeda,

Pertama-tama, aku ngeluarin sepeda susah banget deh pokoknya gedebag-gedebug gitu soalnya kehalangin motor. Yeaaah berhasil horaay akhirnya keluar juga nih sepeda. Pas baru aja mau aku pake, eeeh rantainya copot gera (pikasebeleun pisan). Dengan terpaksanya lagi aku harus ngebenerin tuh rantai. Dan apa coba ? SUSAAAAAAAAAAAAAAH BANGET. Aku tendang aja tuh sepeda, bikin emosi aja deh. Terus tiba-tiba sodara aku dateng dan bantuin aku benerin tuh rantai.

Lalu kemudian ( idiiih naonsih?)

Sosok toge yang aku cari-cari tidak ada, aku mengendarai sepeda mengelilingi kompleks riung bandung daerah rumahku. Setelah itu aku kembali kerumah dan mengatakan pada mamah “mah togenya gak ada” lalu mamahpun menjawab “coba kamu ke kewarung sana, yang dekat jembatan” (novel banget bahasanya).  MAMPUS DAH .. itu keluar kompleks riung bandung, ah tapi tak apa aku harus menuruti apa kata mamahku tercinta.

Yang perlu kalian tahu, adalah sepedaku .. sepedaku sudah lahir sejak jaman majapahit (wkwkwkwk) warnanya biru persib dan yang pasti cewe banget. Dulu sepeda itu sangat tinggi dan seiring berjalannya waktu sepeda itu tiba-tiba menjadi pendek, aku tak mengerti apa yang terjadi .. apakah kakiku yang semakin panjang atau sepedanya benar-benar menjadi pendek ? ah .. mungkin aku hanya bergurau.

Ku gayuh sepedaku sekuat mungkin, melihat kekanan dan kekiri memastikan apakah dibelakangku ada kendaraan lain atau tidak. Hingga sampailah aku disebuah warung dekat jembatan yang jelas keluar dari komplek riung bandung.

Aku berkata pada si pemilik warung

“ibu, ada togenya ?”

“ada neng disitu”

Lalu aku pun mengambil 1 kantong toge

“bu, ko togenya cuman segini”

“disebelah sana neng ada lagi”

“lalu, akupun pergi ke tempat yang dituju dan mencari-cari sesosok toge yang benar-benar membuatku gila hari ini”

Setelah mendapatan dan membeli toge itu, aku kembali ke rumah. Tapi saat diperjalanan ..

Sepedaku TERASA BERAT serasa ada yang menarik dibelakangnya. Kakiku semakin kaku dan keringat mulai bercucuran. Dan kalian tau apa yang terjadi ?

 

 

BAN SEPEDAKU KEMPES

 

Aku melihat ban sepedaku, dan aku berpikir aku akan melanjutkan perjalanan ini sampai titik darah penghabisan. Yaaah .. SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN.

Aku menaiki sepedaku lagi, walaupun terasa berat karena bannya kempes tak apa. Kakiku yang panjang cukup kuat untuk menggayuh sepeda lamaku ini.

Selama diperjalanan, untuk menghilangkan rasa bosan .. aku menghitung polisi tidur dan kucing-kucing yang kebetulan bertatap muka denganku (sejak kapan kucing bertatap muka?).

Aku menghitung polisi tidur ada 12, sedangkan kucing ada 7, jika ditambahkan menjadi 19 (halaah apaansih gaje).

Akhirnya, akupun sampai ke rumah dan memberikan toge-toge itu pada mamah yang sudah kubeli tadi.

Pagi ini cukup lelah, setelah menyimpan sepeda .. aku melihat bala-bala tergeletak di meja.

APA INI ? waah .. wanginya membuat aku ingin sekali memakannya.

Aku pun memakan bala-bala itu.

Setelah memakan bala-bala, aku kembali melihat sepedaku yang sedang menatapku tajam. Aku kembali menatapnya dengan tatapan tajam. Beberapa detik kemudian sepedaku jatuh. Aku segera berlari mengampirinya dan berteriak.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ..

Sepedaku, terlihat kesakitan.. pantatnya yang kempes ( eeh maksudnya bannya yang kempes) membuat dia jatuh kesakitan. Aku semakin bingung. Aku merasa kasian melihatnya, dia terlihat pucat.

Maafkan aku sepeda, aku belum bisa membawamu ke tukang bengkel .. tukang bengkelnya tutup. Dan aku tidak mau menyeretmu ke tukang bengkel yang cukup jauh. Aku sudah merasa lelah dengan semua ini. Aku ingin kamu mengerti apa yang terjadi dalam hidup aku. Gara-gara kamu kakiku terlihat sangat panjang. Dan aku membencimu karena itu, karena kamu yang pendek yang membuat kakiku terlihat semakin panjang.

Terimakasih sepeda, cepat sembuh kau disana ..

(cuman buat ngehibur diri, gak lucu banget)

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka?  Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Mulai hari kemarin, aku janji ga akan pernah mempertanyakan apapun lagi. Ternyata, semakin mempertanyakan dan semakin berisik malah buat diri sendiri makin cape. Alih-alih menghabiskan rasa sakit, semakin hari malah semakin sakit. Toh, seberisiknya pun jawabannya ga akan pernah ketemu. Aku akan berusaha memperbaiki diri dan fokus dengan mimpi-mimpi yang lain. Berusaha memaafkan apa yang sudah terjadi, ya walaupun lukanya masih menganga lebar, aku percaya kalau ikhlas akan memberikan aku hal-hal yang baik kedepannya. Sekarang aku tau, makna setara itu jauh lebih luas dari apa yang aku kira. Bukan soal materi saja, tapi bersikap, pola pikir, mengambil keputusan, emosional dan masih banyak lagi. Barangkali yang lalu-lalu memang perlu diakhiri karena masing-masing masih mencari apa makna setara sebenernya, mungkin, yang terakhir kemarin pun juga begitu. Baginya, aku mungkin belum setara. Bagiku, juga mungkin sama, dia belum setara denganku. Bahkan, mungkin keputusan yang dia pilih, itu ben...

Hari ke-24

Hari ke-24 setelah kamu memutuskan untuk ninggalin aku. Aku masih sering nangis, keingetan kenangan-kenangan kita. Semakin hari, semakin ngerasa sepi sama hampa. Aku penasaran sama perasaan kamu, gimana ya? apakah kamu baik-baik aja tanpa aku?  Kalau aku, jujur engga. Masih aneh dan menyakitkan rasanya. Ditambah kamu yang berulang kali bilang "aku udah janji sama diriku sendiri untuk ga ngasih harapan lagi sama kamu." Padahal tanpa kamu bilang pun, aku udah tau batasannya. Aku udah tau aku harus berhenti dan aku udah tau ga akan pernah ada lagi ruang buat aku di hati kamu, aku cukup sadar diri atas semuanya kok.  Aku malah berpikir, mungkin karena kamu udah ga respek lagi sama aku, disana, kamu punya orang lain yang lebih baik dari aku dan akhirnya kamu bisa move on secepat itu. Ya, walaupun sebenernya gapapa sih, hak kamu juga, tapi aku sedih sih.  Aku masih berjuang dengan lukaku sendiri yang gatau kapan akan sembuhnya. Aku udah ga punya energi lagi bahkan untuk ngapa-n...