Hey, kalian kadang suka flashback gak sih ?
Tadi aku abis ngalamin kejadian itu. Tiba-tiba inget sama cowo-cowo di masa lalu. Flashback pas aku nolak senior aku gara-gara dia pacar temen sebangku aku (gila kan? Masih pacaran sama temen sebangku aku malah nembak aku?), mutusin mantan yang brondong itu, sama diputusin cowo yang aku suka banget (pada waktu itu hehe). Anehnya, flashbacknya cuman masalah cowo-cowo di masa lalu. Kan nyebelin. Tapi dari semuanya itu, yang aku gak abis pikir ituuuuu yang mutusin aku. Dia mutusin aku karena alesan yang gak logis, padahal dulu aku suka banget sama dia. Yah, jadi kepikiran kan ? si manusia dingin itu nyesel gak ya mutusin aku ? aku yang diputusin nyeselnya sampe bertahun-tahun. Yaudahlah yaah ..
Udah gitu aja ceritanya. Gaje.
Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka? Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Komentar
Posting Komentar