Lagi-lagi aku buat kesalahan yang fatal amat banget fatal. Setelah hubungan pertemanan membaik aku yang mulai masalah lagi. Emang aku tuh yaah kenapa sih rajin banget bikin orang sakit hati. Pantesan aku tuh sering sakit hati soalnya aku juga kayanya sering banget nyakitin perasaan orang sama kata-kata aku. Maaf yaaa temen. Maaf banget gak ada maksud apa-apa aku cuman salah ngomong .. niatnya mau memperbaiki hubungan malah memperburuk hubungan :’( menyesal-se-menyesal-menyesalnya
Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka? Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Komentar
Posting Komentar