Langsung ke konten utama

Gagal sih, tapi bersyukur udah selesai

Balik lagi dengan curhatan gaje wkwk

Aku hobi banget yaah nulis diary huehehe. Dulu, sebelum kenal blog aku suka nulis di buku diary. Sekarang aku sangat diuntungkan karena ada blog, jadi gak usah beli buku diary lagi wkwk.
Diary itu, sebenerny dan harusnya agak rahasia sih yah tapi gapapalah aku yakin yang buka blog ini cuman orang-orang yang accident wkwk


Seperti biasanya, aku mau curhat lagi nih aku sebelumnya belum pernah curhat soal proker di organisasi yah? hm, sekarang aku mau cerita deh, dan kayanya bakal panjang banget ceritanya. Tapi gapapa, biar hati ini tenang huehehe lebay yah, tapi gimana dong emang bener :(

Jadi, aku ikut organisasi BEM di Fikom Unpad. Dan, aku diamanahin untuk jadi penanggung jawab salah satu proker dari divisi aku. Oh iya nama divisi aku itu pengabdian kepada masyarakat dibawah departemen hubungan masyarakat yah begitu lah yah.

Nama prokernya adalah sekolah media. Yaps, alasan aku dipilih mungkin karena kadiv aku mempertimbangkan bahwa dulunya aku pernah mengajar di SMA. Dan pertamanya aku berpikir "wah, asyik nih kayanya jadi penanggung jawab". Akhirnya, aku menyetujui dan jadilah aku penanggung jawab proker sekolah media ini.

Singkatnya, proker ini adalah proker di mana mahasiswa Fikom mengajar di SMA se-Jatinangor mengenai media, mau itu media cetak, media televisi, media radio, dan media digital dengan rentang waktu selama 2 bulan dan satu minggu sekali ngajarnya. Otomatis, aku harus memikirkan hal-hal yang rumit dan sumpah cape banget selama beberapa bulan dari bulan maret sampai sekarang. Dari mulai oprec pengajar, rapat pengajar dan divisi, ngatur jadwal, ngatur waktu, ngatur workshop, ngatur seminar, ngatur pembelajaran anak SMA di kelas, izin ke sekolah sana-sini, dan rentetan-rentetan lainnya yang banyak banget demi apapun. 

Acara pertama itu workshop dan ceklis (sudah selesai), acara kedua yaitu masuk pembelajaran di kelas (selama 6 minggu) ceklis, dan acara ketiga yaitu kemarin. Kemarin hari apa? hari yang bertemakan "seminar sekolah media 2016". Kemarin, tepat tanggal 29 Oktober 2016 aku harus ngejalanin proker "didalam" proker yakni seminar untuk anak-anak SMA. 

Kemarin, sumpah yaaah aku ngerasa gagal total banget, gak sesuai ekspektasi.  Aku udah nyiapin tapi mungkin gak maksimal, dan aku menilai ini gagal. Kenapa? ada beberapa alasan sih kenapa ini gagal, pertama karena cuaca gak mendukung dan hujan gede banget, kedua salah satu sekolah gak ada yang datang sama sekali, ketiga  salah satu pembicara telat, ke empat ketua bem juga telat hehe, ke lima tempat seminarnya bentrokan sama organisasi lain (tapi akhirnya mereka gak jadi), ke enam gak ada sound, ke tujuh susunan acara berubah total jadi improvisasi, dan pokoknya masih banyaklah sedih pokoknya huhu. 

Sedih banget sih, tapi aku bersyukur sih buat hari kemarin karena acaranya udah selesai. Setidaknya cepet selesai deh, aku gak mau ditunda-tunda nanti semakin lama. Dan juga, kasian anak-anak PKM, pengajar dan juga peserta sekolah media kalo kelamaan. 

Semoga kedepannya, kalo bikin acara harus dipersiapkan dengan maksimal deh, dan semoga kedepannya kalo diamanahin sesuatu teamnya bisa bekerja sama dengan baik. Amin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka?  Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Mulai hari kemarin, aku janji ga akan pernah mempertanyakan apapun lagi. Ternyata, semakin mempertanyakan dan semakin berisik malah buat diri sendiri makin cape. Alih-alih menghabiskan rasa sakit, semakin hari malah semakin sakit. Toh, seberisiknya pun jawabannya ga akan pernah ketemu. Aku akan berusaha memperbaiki diri dan fokus dengan mimpi-mimpi yang lain. Berusaha memaafkan apa yang sudah terjadi, ya walaupun lukanya masih menganga lebar, aku percaya kalau ikhlas akan memberikan aku hal-hal yang baik kedepannya. Sekarang aku tau, makna setara itu jauh lebih luas dari apa yang aku kira. Bukan soal materi saja, tapi bersikap, pola pikir, mengambil keputusan, emosional dan masih banyak lagi. Barangkali yang lalu-lalu memang perlu diakhiri karena masing-masing masih mencari apa makna setara sebenernya, mungkin, yang terakhir kemarin pun juga begitu. Baginya, aku mungkin belum setara. Bagiku, juga mungkin sama, dia belum setara denganku. Bahkan, mungkin keputusan yang dia pilih, itu ben...

Hari ke-24

Hari ke-24 setelah kamu memutuskan untuk ninggalin aku. Aku masih sering nangis, keingetan kenangan-kenangan kita. Semakin hari, semakin ngerasa sepi sama hampa. Aku penasaran sama perasaan kamu, gimana ya? apakah kamu baik-baik aja tanpa aku?  Kalau aku, jujur engga. Masih aneh dan menyakitkan rasanya. Ditambah kamu yang berulang kali bilang "aku udah janji sama diriku sendiri untuk ga ngasih harapan lagi sama kamu." Padahal tanpa kamu bilang pun, aku udah tau batasannya. Aku udah tau aku harus berhenti dan aku udah tau ga akan pernah ada lagi ruang buat aku di hati kamu, aku cukup sadar diri atas semuanya kok.  Aku malah berpikir, mungkin karena kamu udah ga respek lagi sama aku, disana, kamu punya orang lain yang lebih baik dari aku dan akhirnya kamu bisa move on secepat itu. Ya, walaupun sebenernya gapapa sih, hak kamu juga, tapi aku sedih sih.  Aku masih berjuang dengan lukaku sendiri yang gatau kapan akan sembuhnya. Aku udah ga punya energi lagi bahkan untuk ngapa-n...