Aku memvonis diri aku sebagai Decidophobia. Aku gak pernah ke
psikolog sih, tapi aku merasa aku sebagai penderita Decidophobia. Apa sih
Decidophobia tuh?
Decidophobia itu ketakutan dalam membuat keputusan atau
memilih. Jadi, kalau aku dikasih dua atau lebih pilihan aku suka takut,
khawatir, gemeteran dan suka keringet dingin juga, kalau pilihan itu sangat
urgent untuk secepatnya dipilih. Kaya lebay gitu yah? Tapi engga, ini serius.
Aku bahkan akan terus kepikiran sampai tiga hari atau seminggu lebih terkait
pilihan yang sudah aku pilih atau bahkan akan aku pilih.
Kenapa yah aku kok bisa Decidophobia?
Aku juga ga ngerti. Ini dimulai sejak kapanpun aku ga
ngerti. Tapi aku ngerasa ini tuh emang terjadi sejak aku masih kecil. Satu hal
yang pasti, yang aku pikirin adalah aku takut mengecewakan orang lain yang terdampak
sama pilihan yang aku buat.
Sejujurnya, aku rada menderita sih belakangan ini. Kadang
kepikiran juga aku tuh kaya gak punya pendirian gitu, mikirnya kelamaan kalau
mau milih, tapi gimana yah aku takut, dan cuman segelintir orang yang paham
soal kondisi aku ini. Giliran aku mau bilang ke mereka soal phobia ini, aku ga
enak. Dan pada akhirnya, aku tetep milih sih, cuman setelah memilih sesuatu aku
masih suka kepikiran gitu.
Dan sekarang, aku memutuskan untuk curhat disini dan bilang “hey,
kalian tolong maklumin aku” dan tolong kasih aku masukan atas pilihan yang aku
pilih.
Mungkin ada pertanyaan juga, kenapa sih San kamu ga pake
plus minus kalau milih?
Aku udah pake analisis SWOT setiap aku dihadapkan pada
pilihan. Tapi tetep ga ngaruh banyak. Aku tetep merasa khawatir atas pilihan
dan resiko atas apa yang aku pilih.
Terus gimana dengan salat istikharah?
Terkadang ada pilihan yang memang gabisa atau ga sempet
untuk salat istikharah. Kaya misalkan aku harus milih detik ini juga. Aku cuman
mengandalkan bismilah dan berdoa semoga apa yang aku pilih detik ini, menjadi
pilihan terbaik dan gak mengecewakan banyak orang.
Dan, aku memberanikan menulis ini diblog.
Buat kamu yang baca, terimakasih dan semoga kamu selalu
mengerti tentang aku yang sulit memilih.
Komentar
Posting Komentar