Aku baru saja membaca sebuah cerita di Wattpad. Kayla? begitulah nama dari karakter cerita tersebut. Aku seperti kenal sosok Kayla. Ceritanya seperti sebuah cermin. Kayla itu tentangku?
Dalam ceritanya, Kayla digambarkan sebagai orang yang ceria. Ah? Apakah aku sosok seperti itu?
Digambarkan pula, bahwa Kayla adalah sosok yang pandai menyembunyikan luka.
Si penulis memang tidak mengatakan secara langsung, itu tentangku. Hanya saja, aku merasa itu aku.
Aku ingin klarifikasi sosok Kayla. Sekarang.
Setau aku, sesekali Kayla memang ceria dan periang. Benar apa kata si penulis itu. Dia itu receh. Seringkali, di bioskop nonton apapun genre film, dia selalu menertawakannya. Tapi, ia hanya terlihat seperti itu, jika ia merasa orang disekelilingnya membuatnya nyaman. Jika bertemu orang asing, dia tak pernah seberani itu dan seceria itu. Dia berbeda. Dia mungkin perlu beradaptasi dengan mereka yang baru, karena kejadian yang tidak menyenangkan di masa lalu. Pertemanannya di masa lalu memang cukup rumit. Hal ini, membuat dia trauma untuk berteman. Seringkali begitu.
Kayla pandai menyembunyikan luka?
Aku tidak tahu banyak hal tentang ini. Setau aku, dia tidak sepandai itu. Memang benar. Sekuat apapun sembunyi, pertahanan akan goyah. Si penulis sepertinya adalah orang yang kesekian yang juga pintar memergoki Kayla yang sedang rapuh. Memaksakan Kayla untuk berpura-pura baik-baik saja didepannya, tapi nyatanya tidak sebaik itu.
Selalu menyalahkan diri sendiri? Kayla memang seperti itu. Sejak sekolah dasar. Tidak banyak orang yang mengetahuinya. Bahkan orang tuanya sendiri. Namun, belakangan ini, semenjak duduk dibangku kuliah, dia mulai sedikit terbuka tentang dirinya. Pada satu orang sahabatnya. Sebut saja Rafa. Sahabat yang berhasil membuka dirinya perlahan. Kayla sangat berterimakasih padanya. Sejak saat itu, Kayla berubah drastis. Dia berpikir, sesekali masalah memang tidak selalu harus dipendam sendirian.
Waktu berlalu, walaupun dia mulai sedikit terbuka, menyalahkan diri sendiri atas setiap kesalahan tidak pernah sembuh dalam dirinya, bahkan sampai detik ini. Kayla selalu merasa seolah-olah apa yang terjadi didepan matanya, adalah kesalahannya. Contoh kecil, jika salah satu temannya terjatuh dihadapannya, ia akan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mengingatkan temannya. Hal-hal kecil seperti itu, seringkali membuat dia menyalahkan dirinya sendiri. Tidak hanya itu, hal-hal detail lain yang menyangkut dirinya, dia akan selalu menyalahkan dirinya.
Terakhir. Sumber kebahagiaan Kayla adalah keluarga. Aku setuju. Kamu tahu, Kayla rela berkorban apapun demi keluarganya, ayah, ibu dan tentu adiknya. Dia selalu mengutamakan keluarganya di atas yang lain. Aku tidak tahu, bagaimana hidupnya jika harus hidup tanpa keluarganya.
Itu yang aku tahu tentang Kayla.
Aku iri pada si penulis karakter Kayla. Dia pintar merangkai kata. Setauku, penulis itu juga sosok yang tangguh. Harusnya, dia menulis tentang dirinya sendiri. Aku yakin, cerita tentang kehidupannya akan sangat inspiratif dibanding tentangku.
Oh, kamu bisa baca tentang Kayla disini https://www.wattpad.com/741876366-langkah-kaki-21-bahagia-yang-sederhana
Dalam ceritanya, Kayla digambarkan sebagai orang yang ceria. Ah? Apakah aku sosok seperti itu?
Digambarkan pula, bahwa Kayla adalah sosok yang pandai menyembunyikan luka.
Si penulis memang tidak mengatakan secara langsung, itu tentangku. Hanya saja, aku merasa itu aku.
Aku ingin klarifikasi sosok Kayla. Sekarang.
Setau aku, sesekali Kayla memang ceria dan periang. Benar apa kata si penulis itu. Dia itu receh. Seringkali, di bioskop nonton apapun genre film, dia selalu menertawakannya. Tapi, ia hanya terlihat seperti itu, jika ia merasa orang disekelilingnya membuatnya nyaman. Jika bertemu orang asing, dia tak pernah seberani itu dan seceria itu. Dia berbeda. Dia mungkin perlu beradaptasi dengan mereka yang baru, karena kejadian yang tidak menyenangkan di masa lalu. Pertemanannya di masa lalu memang cukup rumit. Hal ini, membuat dia trauma untuk berteman. Seringkali begitu.
Kayla pandai menyembunyikan luka?
Aku tidak tahu banyak hal tentang ini. Setau aku, dia tidak sepandai itu. Memang benar. Sekuat apapun sembunyi, pertahanan akan goyah. Si penulis sepertinya adalah orang yang kesekian yang juga pintar memergoki Kayla yang sedang rapuh. Memaksakan Kayla untuk berpura-pura baik-baik saja didepannya, tapi nyatanya tidak sebaik itu.
Selalu menyalahkan diri sendiri? Kayla memang seperti itu. Sejak sekolah dasar. Tidak banyak orang yang mengetahuinya. Bahkan orang tuanya sendiri. Namun, belakangan ini, semenjak duduk dibangku kuliah, dia mulai sedikit terbuka tentang dirinya. Pada satu orang sahabatnya. Sebut saja Rafa. Sahabat yang berhasil membuka dirinya perlahan. Kayla sangat berterimakasih padanya. Sejak saat itu, Kayla berubah drastis. Dia berpikir, sesekali masalah memang tidak selalu harus dipendam sendirian.
Waktu berlalu, walaupun dia mulai sedikit terbuka, menyalahkan diri sendiri atas setiap kesalahan tidak pernah sembuh dalam dirinya, bahkan sampai detik ini. Kayla selalu merasa seolah-olah apa yang terjadi didepan matanya, adalah kesalahannya. Contoh kecil, jika salah satu temannya terjatuh dihadapannya, ia akan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mengingatkan temannya. Hal-hal kecil seperti itu, seringkali membuat dia menyalahkan dirinya sendiri. Tidak hanya itu, hal-hal detail lain yang menyangkut dirinya, dia akan selalu menyalahkan dirinya.
Terakhir. Sumber kebahagiaan Kayla adalah keluarga. Aku setuju. Kamu tahu, Kayla rela berkorban apapun demi keluarganya, ayah, ibu dan tentu adiknya. Dia selalu mengutamakan keluarganya di atas yang lain. Aku tidak tahu, bagaimana hidupnya jika harus hidup tanpa keluarganya.
Itu yang aku tahu tentang Kayla.
Aku iri pada si penulis karakter Kayla. Dia pintar merangkai kata. Setauku, penulis itu juga sosok yang tangguh. Harusnya, dia menulis tentang dirinya sendiri. Aku yakin, cerita tentang kehidupannya akan sangat inspiratif dibanding tentangku.
Oh, kamu bisa baca tentang Kayla disini https://www.wattpad.com/741876366-langkah-kaki-21-bahagia-yang-sederhana
Komentar
Posting Komentar