Tuhan bolehkah satu hari saja aku merasa tenang?
Setiap malam selalu saja sebelum istirahat, ingatan-ingatan itu selalu muncul
Ingatan-ingatan yang sejak siang hari bahkan tidak
terpikirkan sama sekali
Ingatan mengenai kejadian-kejadian dan hari-hari yang sudah dilewati
Ingatan-ingatan yang terus menghantui bahkan tidak secelahpun mungkin terlewat
Sudah melakukan apa saja hari ini?
Otak ini seolah-olah tidak diberi waktu untuk istirahat
sebentar saja, setelah di siang hari sudah cukup lelah dengan urusan pekerjaan
yang tak kunjung selesai.
Mengingat segala ingatan-ingatan
yang benar-benar ingin disudahi. Yang benar-benar bahkan tidak ingin diingat
lagi, karena rasa malu. Malu pada diri sendiri. Malu pada Tuhan juga.
Yang aku tahu, mungkin ini cara Tuhan mengingatkanku sebelum
tidur. Karena disiang haripun, bahkan aku terlalu sibuk dengan urusan duniawi.
Mungkin pikir Tuhan, malam adalah waktu terbaik.
Masalahnya, aku selalu tahu salah, tapi sulit memperbaiki. Katanya,
itu adalah godaan. Ujian kecil yang akan berdampak pada kehidupan-kehidupan
selanjutnya. Bahkan bisa menjadi besar, tinggal menunggu waktu saja. Dan aku
selalu percaya itu.
Tapi tuhan bolehkah satu hari saja aku merasa tenang?
Walaupun aku tahu, tidak ada yang benar-benar tenang di
dunia ini.
Komentar
Posting Komentar