Beberapa hari ini, aku belajar banyak. Sampai kemarin aku
dibuat mikir seharian, bagaimana seharusnya aku bertindak. Mungkin menurut
orang, itu adalah hal sepele, tapi buatku, tidak. Aku memang pemikir ulung.
Segalanya selalu menjadi bahan untuk berpikir, sampai kadang lupa dengan yang
lainnya.
Sedikit cerita, seperti biasa, kehidupan manusia selalu ada
konflik. Dan aku adalah tipe orang yang selalu ingin hidup damai, tidak
terlibat dalam konflik, tidak menjadi tokoh utama dalam konflik dan kalau perlu
tidak tahu menahu tentang konflik. Aku benar-benar ingin hidup damai sedamai-damainya.
Tapi nyatanya, tidak ada kehidupan damai sedamai-damainya itu. Justru konflik
memang dihadirkan supaya kehidupan lebih beragam, supaya manusia berpikir,
supaya manusia bertindak dan terlebih supaya manusia dapat mengontrol diri.
Berbagai konflik, menyeretku masuk kedalamnya. Semua orang
saling memanas-manasi, semua orang saling merasa benar dan semua orang merasa
perannya sangat penting dalam konflik ini. Sungguh, aku tidak ingin peduli,
tapi mereka seolah memancingku perlahan. Aku berusaha untuk diam, menetralkan,
lagi-lagi berusaha keras mengontrol diri agar tidak terpancing. Tapi terlalu
melelahkan. Rasanya hanya ingin merengkuh dalam diam. Bahkan pandanganku yang
aku lihat secara logis, mereka kira aku selalu pencitraan. Bukan, bukan itu
maksudku. Tapi ya sudah, apa bedanya aku kalau ikut emosi juga karena pendapat
mereka?
Nyatanya, dalam situasi ini, diam dan bertindakpun tampak
salah bagi mereka. Lalu, bagaimana? Oke, aku tidak peduli tentang pandangannya,
aku hanya perlu bersikap yang menurutku baik.
Karena, segala kebaikan yang kita perbuat, maka akan kembali
baik pada kita. Aku selalu percaya tentang itu.
Komentar
Posting Komentar