Dengan tekad yang mencoba untuk kuat, aku coba rehat. Melepas beban-beban yang ada dipundak yang memang abstrak tapi sangat berpengaruh pada jiwa. Aku mencoba rehat, walaupun aku tidak tahu, apakah aku akan benar-benar rehat?
Sudahlah, berhenti menyalahkan diri sendiri, semua tidak akan selesai dengan begitu. Tapi kenapa menyalahkan diri sendiri seolah menjadi sebuah kebiasaan yang tidak kunjung hilang sejak dulu? Ayolah, akupun cape, tapi aku yang lain tetap menyalahkan diriku sendiri.
Aku tidak jatuh oleh orang lain, tapi jatuh oleh diriku sendiri. Berulang kali, menyelamatkan diri, aku tidak apa-apa, aku baik, nyatanya aku tidak sekuat itu. Semakin keras diriku yang lain menyalahkan diri, dan diriku yang lain sibuk menenangkan. Aku ingin rehat. Aku sungguh ingin rehat.
Mulai hari ini, aku mencoba rehat. Sebisa mungkin. Walaupun aku tidak tahu juga, bentuk rehatnya itu seperti apa. Aku yang lain, tidak pernah benar-benar rehat. Aku yang terus menyalahkan diri sendiri, aku yang mencoba menyelamatkan diri dan aku yang selalu terlihat ceria untuk semua yang tersayang. Aku ingin menjadi aku yang sebenarnya, yang hanya satu, yang bisa dengan mudah mengungkapkan semua yang sedang dirasa, tanpa takut mengecewakan orang lain. Tanpa membohongi diri.
Aku sedang tidak baik.
Komentar
Posting Komentar