Tulisan ini mungkin jadi sebuah renungan untuk aku (lebih tepatnya) yang harapnya kebanyakan terlalu tinggi. Untuk aku yang masih berusaha mengontrol diri supaya lebih siap menghadapi apa-apa yang jadi persoalan hidup serta keinginan yang terlalu jauh untuk beberapa hal tentang kehidupan (mungkin). Semoga bukan aku saja, semoga banyak juga manusia-manusia lain yang turut serta dalam angan-angan yang melampaui batas. Semoga banyak juga diluar sana. Jadi, setidaknya, tidak aku saja yang sendiri hehe. Maaf egois.
Teruntuk harap yang terlalu tinggi, aku sungguh minta maaf jika apa-apanya tidak selalu terpenuhi. Untuk diri sendiri, untuk lingkungan sekitar. Untuk beberapa yang bergantung pada diri ini, aku sungguh-sungguh minta maaf.
Sejenak terpikir, mungkin sesekali kita memang perlu merasa insecure. Agar tidak berharap banyak pada apa-apa yang jelas lebih banyak mustahilnya.
Mungkin sesekali kita memang perlu insecure supaya nantinya jika memang harapnya tidak terpenuhi tidak terlalu jatuh.
Insecure tidak melulu tentang hal-hal buruk, mungkin? Barangkali insecure juga cara Tuhan mengingatkan untuk lebih memperbaiki diri, untuk lebih tidak banyak berharap pada manusia atau pada hal-hal yang bersifat duniawi. Sebaik-baiknya berharap, memang seharusnya hanya kepada Sang Pencipta, bukan?
Komentar
Posting Komentar