Aku tidak habis pikir dan mungkin entah sampai kapan pikiranku tentangmu akan hilang dengan sendirinya. Entah sampai kapan perasaanku berpaling pada yang lain, entah sampai kapan sungguh rasanya ingin sudahi saja, tapi sampai detik inipun semua terus berlanjut begitu.
Semakin dilihat, kamu mungkin jadi semakin berubah menjadi lebih baik, lebih baik lagi dan lagi. Karena menurutku, sejak awalpun kamu memang sudah cukup baik bagiku. Mungkin saat ini pun kamu sudah menemukan apa yang kamu cari, hanya saja kamu menyembunyikanya. Hanya sejujurnya aku cemburu. Cemburu yang hanya aku rasakan sendiri, karena yang aku tau, aku tidak berhak atas apapun tentangmu. Tapi tidak apa, aku turut senang dengan apapun yang kamu lakukan, apapun yang kamu cintai dan apapun tentang kamu, akan selalu ku suka.
Terakhir, bolehkah aku berbuat satu kebaikan untukmu sekali saja sebelum aku benar-benar beranjak pergi dari tempat dimana kita pernah bersama?
Izinkan aku mendoakanmu dengan Tuhanku. Izinkan aku berharap bahwa kamu akan selalu dalam lindungan-Nya dimanapun, kapanpun. Izinkan aku berdoa juga kepada-Nya semoga kamu dibahagiakan selalu. Aku tidak memintamu untuk bersamaku lagi, kebahagiaanmu saja sudah cukup. Kita mungkin pada akhirnya dijalan yang berbeda, tapi tidak tahu tujuannya kelak seperti apa. Tidak ada yang tahu. Aku, bahkan kamu. Tuhan yang membuat skenarionya. Kita hanya perlu menunggu dan bersabar akan kejutan-kejutan baik dari-Nya yang biasanya sangat tidak terduga.
"Semoga kamu juga bahagia selalu."
Sebuah pesan darimu yang akan selalu aku ingat. Walaupun bahagiaku salah satu bagianya adalah kamu. Haha. Terimakasih banyak.
"Semoga kamu juga bahagia selalu."
Komentar
Posting Komentar