Langit mulai gelap, penanda hujan akan turun
Hujan yang dulunya selalu menyenangkan kini berubah
Sama halnya dengan air yang turun dari langit, sama halnya dengan awan yang gelap, perasaanku juga demikian
Sekeras apapun berusaha menahanya, akhirnya tumpah juga
Apakah langit yang kumaksud, sama dengan langit yang kamu maksud?
Yang harus aku tau, tempat kita berbeda, mungkin disana sedang tidak hujan, mungkin disana secerah biasanya
Tuhan, gapapa kalau tempatnya sudah berbeda, aku cuma ingin langitku juga sama denganya
Boleh ya?
Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka? Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Komentar
Posting Komentar