Langsung ke konten utama

Langkah Kecil ..

Aku selalu percaya tentang langkah kecil. Kamu pasti tahu, bagimana seorang bayi yang mulai berjalan yang mungkin kebanyakan diketahui oleh orang tuanya dengan tidak sengaja bukan karena sengaja diajarkan tapi ketika bayi tersebut berjalan begitu saja. Langkah kecil yang ia lakukan, membuat kedua orang tuanya senang bukan main, bahkan menjadi buah bibir di keluarga dan di lingkunganya, menjadi yang dileuh-eluhkan dan dibanggakan.

Tapi langkah kecil yang aku maksud, bukan itu. Aku ingin memulai langkah kecil setelah beberapa waktu lalu aku mulai hilang arah. Langkah kecil dengan harapan menjadi sumber-sumber kebaikan di masa yang akan datang.

Mari kita mulai langkah kecil dari sini ..

Aku yang dulu berbeda dengan aku yang sekarang, selalu mengeluh ketika apa-apa yang terjadi tidak sesuai dengan prinsipku, aku jadi lebih sering emosi karena perlakuan orang lain, padahal rasanya dulu aku tidak sebegitunya. Walaupun aku tidak mengucapkan emosi itu secara lisan, tapi aku tahu, perlakuanku mungkin menyakiti banyak orang. Aku kadang malas berbicara atau sekedar membalas chat. Ya itu mungkin hal biasa, tapi buatku itu mungkin menyakiti orang lain. Aku adalah tipe orang yang sensitif dengan perlakuan orang lain, hal itu mungkin juga menjadi sesuatu yang sensitif juga untuk orang lain. Mungkin kalau kita asumsikan sama.

Aku yang dulu, tidak pernah larut dalam membicarakan orang lain sekesal apapun. Sekarang? Ya jangan tanya. Dengan dalih mengeluh aku malah membicarakan orang lain. Ya itu kan sebenarnya sama saja. Tapi kadang aku pikir, bagaimana caranya aku meluapkan emosi sementara aku tidak bercerita apa-apa kepada orang lain.

Aku yang dulu, selalu ambisius melakukan pekerjaan apapun. Sekarang? selain bekerja aku hanya sibuk bermain handphone dan tiduran di kasur atau kata anak gaul sekarang "mageran". Ya. Aku berbeda sekali dengan aku yang dulu. Aku tidak tau ini dimulai sejak kapan, tapi perubahan ini sangat terasa, ketika beberapa pekerjaan yang harusnya tepat waktu, malah selalu aku kerjakan diakhir-akhir. 

Aku yang dulu, selalu ceria. Sekarang? Lingkunganku terlalu melelahkan untuk mempunyai energi ini. Lingkungan terlalu jahat bagiku, sehingga menjadikan aku sebagai sosok yang pendiam, atau cerita seperlunya. Lingkungan ini juga membuatku jadi lebih tidak percaya diri lagi dan lagi. 

Tapi terlepas dari semua itu, aku ingin memulai langkah kecil kembali. Memberi energi positif setidaknya pada diriku sendiri, supaya aku lebih bersemangat menjalani hari-hari, walaupun aku tahu, perjalanan ini akan selalu berat. Memulai langkah kecil agar dibanggakan orang tua dan bangga pada diri sendiri. Memulai langkah kecil yang tidak apa-apa tidak diketahui orang lain, tapi perubahan baiknya selalu terasa. Semoga ya, semoga bisa.

Langkah kecilnya di mulai dari sini .. aku akan perlahan mulai berubah

Doakan ..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka?  Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Mulai hari kemarin, aku janji ga akan pernah mempertanyakan apapun lagi. Ternyata, semakin mempertanyakan dan semakin berisik malah buat diri sendiri makin cape. Alih-alih menghabiskan rasa sakit, semakin hari malah semakin sakit. Toh, seberisiknya pun jawabannya ga akan pernah ketemu. Aku akan berusaha memperbaiki diri dan fokus dengan mimpi-mimpi yang lain. Berusaha memaafkan apa yang sudah terjadi, ya walaupun lukanya masih menganga lebar, aku percaya kalau ikhlas akan memberikan aku hal-hal yang baik kedepannya. Sekarang aku tau, makna setara itu jauh lebih luas dari apa yang aku kira. Bukan soal materi saja, tapi bersikap, pola pikir, mengambil keputusan, emosional dan masih banyak lagi. Barangkali yang lalu-lalu memang perlu diakhiri karena masing-masing masih mencari apa makna setara sebenernya, mungkin, yang terakhir kemarin pun juga begitu. Baginya, aku mungkin belum setara. Bagiku, juga mungkin sama, dia belum setara denganku. Bahkan, mungkin keputusan yang dia pilih, itu ben...

Hari ke-24

Hari ke-24 setelah kamu memutuskan untuk ninggalin aku. Aku masih sering nangis, keingetan kenangan-kenangan kita. Semakin hari, semakin ngerasa sepi sama hampa. Aku penasaran sama perasaan kamu, gimana ya? apakah kamu baik-baik aja tanpa aku?  Kalau aku, jujur engga. Masih aneh dan menyakitkan rasanya. Ditambah kamu yang berulang kali bilang "aku udah janji sama diriku sendiri untuk ga ngasih harapan lagi sama kamu." Padahal tanpa kamu bilang pun, aku udah tau batasannya. Aku udah tau aku harus berhenti dan aku udah tau ga akan pernah ada lagi ruang buat aku di hati kamu, aku cukup sadar diri atas semuanya kok.  Aku malah berpikir, mungkin karena kamu udah ga respek lagi sama aku, disana, kamu punya orang lain yang lebih baik dari aku dan akhirnya kamu bisa move on secepat itu. Ya, walaupun sebenernya gapapa sih, hak kamu juga, tapi aku sedih sih.  Aku masih berjuang dengan lukaku sendiri yang gatau kapan akan sembuhnya. Aku udah ga punya energi lagi bahkan untuk ngapa-n...