Langsung ke konten utama

Lagi-lagi sakit ..

Biarku jelaskan disini ya ..

Aku sedang tidak baik, dan bila bagimu aku selalu begitu, ya mungkin kebetulan saja. Kebetulan kamu menanyaiku saat aku sedang tidak baik.

Biarpun aku menjawab bahwa semua baik-baik saja, nyatanya tidak. Aku tidak akan sejujur itu lagi mengatakanya, karena aku takut. Aku takut kalau aku harus berkeluh kesah lagi padamu yang sudah jelas bukan hakku untuk itu.

Sejak awal. Ya. Sejak awal aku mengatakanya kepadamu, bahwa kamu memang tidak pernah tegas dan menjadikan aku seperti ini, meski aku tahu, ini semua ya memang bukan salahmu.

Andai saja, sejak awal kamu bilang, bilang bahwa kamu sudah punya tempat terbaik disana, aku mungkin tidak sesakit ini. Aku mungkin tidak harus tahu dengan melihat semua postingan-postinganmu, dan bahkan mencari tahu jawabanya sendiri.

Kamu tahu, luka ini menganga lebar sampai aku tidak tahu bahkan kapan akan membaik, sementara, ketika aku mulai mencoba lagi mencari tempat lain, lagi-lagi aku juga dikecewakan.

Apa ini semua salahku?

Apa ini semua karena aku?

Aku terus mengutuk diriku sendiri, menyalahkan aku yang aku sendiri tidak tahu letak salahnya dimana. Kenapa mencintai seseorang sesakit ini ya? Kenapa aku lebih sering dikecewakan padahal kamu tahu, aku selalu setulus itu tanpa harus aku mengatakanya kepadamu, atau kepada yang lain.

Sakit. Sakit rasanya, bahkan setiap kali aku membuka sosial media, aku menemukan diriku yang krisis percaya diri. Aku tidak sepercaya diri itu lagi, aku rasa mungkin aku banyak kurangnya karena seringkali dikecewakan orang lain, bahkan setelah kamu ada ditempat itu. Tapi kenapa selalu kamu yang jadi topik utama? Ya karena kamu. Aku tidak tahu kenapa. Mungkin aku malu pada diriku sendiri, karena pernah mencintaimu, tanpa aku duga sedikitpun. Aku malu mungkin ya?

Tapi tidak apa. Mungkin waktu akan memulihkan semuanya perlahan. Perasaannya mungkin memudar seiring berjalanya waktu. Ingatan? Bahkan aku tidak pernah punya ingatan tentang kamu, hanya sedikit tulisan-tulisan yang punya makna, mungkin? Ah, kenapa ya aku kan tidak seberuntung itu.  

Kamu bilang, kamu kasian sama aku. Ga usah. Ga usah kasian, bahkan mereka-mereka yang katanya kasian padaku tetap meninggalkanku begitu saja. Lagian aku juga tidak ingin dikasihani. 

Aku cuma ingin kamu tahu, aku sakit, kecewa dan mulai lagi hilang rasa percaya diri. Aku ini banyak kurangnya ya?


 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka?  Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Mulai hari kemarin, aku janji ga akan pernah mempertanyakan apapun lagi. Ternyata, semakin mempertanyakan dan semakin berisik malah buat diri sendiri makin cape. Alih-alih menghabiskan rasa sakit, semakin hari malah semakin sakit. Toh, seberisiknya pun jawabannya ga akan pernah ketemu. Aku akan berusaha memperbaiki diri dan fokus dengan mimpi-mimpi yang lain. Berusaha memaafkan apa yang sudah terjadi, ya walaupun lukanya masih menganga lebar, aku percaya kalau ikhlas akan memberikan aku hal-hal yang baik kedepannya. Sekarang aku tau, makna setara itu jauh lebih luas dari apa yang aku kira. Bukan soal materi saja, tapi bersikap, pola pikir, mengambil keputusan, emosional dan masih banyak lagi. Barangkali yang lalu-lalu memang perlu diakhiri karena masing-masing masih mencari apa makna setara sebenernya, mungkin, yang terakhir kemarin pun juga begitu. Baginya, aku mungkin belum setara. Bagiku, juga mungkin sama, dia belum setara denganku. Bahkan, mungkin keputusan yang dia pilih, itu ben...

Hari ke-24

Hari ke-24 setelah kamu memutuskan untuk ninggalin aku. Aku masih sering nangis, keingetan kenangan-kenangan kita. Semakin hari, semakin ngerasa sepi sama hampa. Aku penasaran sama perasaan kamu, gimana ya? apakah kamu baik-baik aja tanpa aku?  Kalau aku, jujur engga. Masih aneh dan menyakitkan rasanya. Ditambah kamu yang berulang kali bilang "aku udah janji sama diriku sendiri untuk ga ngasih harapan lagi sama kamu." Padahal tanpa kamu bilang pun, aku udah tau batasannya. Aku udah tau aku harus berhenti dan aku udah tau ga akan pernah ada lagi ruang buat aku di hati kamu, aku cukup sadar diri atas semuanya kok.  Aku malah berpikir, mungkin karena kamu udah ga respek lagi sama aku, disana, kamu punya orang lain yang lebih baik dari aku dan akhirnya kamu bisa move on secepat itu. Ya, walaupun sebenernya gapapa sih, hak kamu juga, tapi aku sedih sih.  Aku masih berjuang dengan lukaku sendiri yang gatau kapan akan sembuhnya. Aku udah ga punya energi lagi bahkan untuk ngapa-n...