Aku jelaskan disini meski kamu mungkin tidak pernah membacanya.
Kebenaran itu terungkap.
Aku tidak tahu, bagaimana lagi caranya memercayai orang bahkan kamu pun tidak bisa kupercayai lagi.
Aku sadar, semuanya ini aku yang memulai, tapi kamu bahkan tidak penah berkata ya atau tidak untuk apapun hanya mengikuti alur, ini membingungkan bukan?
Untungnya langkahnya belum jauh, untungnya lagi raguku hadir disaat yang tepat. Memang ragu adalah peringatan terbaik untukku meski rasanya menyesakkan.
Bukan aku tidak terima maafmu yang berulang itu, tapi kenapa tegasmu tidak pernah terucap untuk aku yang selalu sering bingung?
Aku tau, aku mungkin bagian dari rasa kasianmu itu, tapi taukah kamu bahwa rasa kasianmu itu tidak lebih membuatku terpuruk dengan segala kebingungan.
Andai tau seperti ini, rasanya ingin aku ungkap saja semua perasaanku ini, tapi aku juga tidak mau menggagumu yang sudah melangkah jauh. Cukup didiriku saja. Karena aku terlalu takut juga melihatmu merasa bersalah. Percayalah, rasa sakitku ini tidak ingin juga mengganggumu. Mengganggu bahagiamu.
Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, memang seharusnya diam saja pura-pura tidak tahu, seperti bodoh. Ya walaupun ujungnya, kamu akan selalu pergi duluan.
Aku kan memang biasanya ditinggalin.
Komentar
Posting Komentar