Rasanya aneh. Setelah 3 hari memutuskan untuk berhenti dari hubungan ini rasanya seperti ada lubang menganga lebar di dada dan rasanya sakit sekali. Dan gatau kapan akan sembuhnya. Setelah banyak hal yang dilewati, dikira hubungan ini bakal terus lanjut dan jadi yang terakhir taunya ternyata sama seperti sebelumnya. Ya. apalagi kalau bukan berakhir.
Aku memilih tidak banyak berbicara di hari terakhir karena sulit buatku bahkan berbicara sepatah katapun. Aku membiarkan kamu meluapkan semua yang kamu sesali dari aku. Dan yang aku tau, ternyata, dihari terakhir itu, kamu masih menyimpan luka-luka lalu dan aku rasa bagimu itu sulit termaafkan. Sedang aku? Aku juga sakit, sakit dengan hal-hal yang suka kamu lakuin ke aku, sifat kamu, kelakuan kamu, tapi sejujurnya aku lebih cepat lupa soal perasaan sakit yang pernah kamu lakuin ke aku. Dan memilih mengutarakanya langsung dan secepatnya agar tidak menumpuk didalam perasaanku sendiri.
Ya gimana lagi, semuanya udah terjadi. Kamu bahkan mungkin sudah bertekad sebulat mungkin untuk memutuskan hubungannya jauh sebelum aku. Kamu bahkan mengabaikan beberapa pesanku, permintaanku untuk ditemani, juga menghindari untuk membahas apapun soal hubungan kita di hari-hari terakhir. Sejujurnya, aku bahkan hanya sedikit terpikir untuk berpisah. Aku selalu yakin, ada banyak kesempatan lain yang bisa memperbaiki semuanya. Tapi ternyata semua pikiranku salah. Bahkan sepercaya apapun aku sama kamu, pada akhirnya seperti biasa aku selalu ditinggal oleh orang-orang yang pernah aku cintai seperti sebelumnya.
Aku tidak menyalahkan kamu atas apapun disini, karena aku tau salahku banyak sekali. Bahkan kamu bisa secara detail menjelaskan semua kesalahanku dan hal-hal menyebalkan tentangku seperti apa-apa yang kamu sebutkan di hari terakhir itu. Tapi andai saja kamu lebih terbuka soal apapun, andai saja kamu memintaku untuk berubah, asal kamu tau, aku akan berusaha berubah dan rela melakukan apapun asal kamu minta.
Ya udah. Mari kita melanjutkan hidup masing-masing. Ada banyak hal baik yang bisa kita ambil dari hubungan ini. Kita menata hidup lagi dan hidup secara sehat lahir dan batin. Kita sudah cukup dewasa untuk menentukan apa-apa yang akan kita lakukan kedepanya. Aku sebenarnya udah bosan mengucapkan maaf dan terimakasih, tapi aku ganti saja dengan doa-doa baik yang gak perlu aku sebutkan disini.
"Selamat tidur Sani."
Komentar
Posting Komentar