Langsung ke konten utama

Rasanya aneh ..

Halo apakabar? apakah hidup kamu baik-baik aja?

    Hidupku semakin hari, semakin memburuk heuheu. Aku gagal interview di CHTA Unpad, kirim-kirim lamaran masih belum ada yang manggil lagi. Mamahku sakit-sakitan, uangku juga mulai menipis wkwk tapi gapapa, gimana lagi kan. Tapi semakin hari, hatiku juga semakin sakit. Mentalku juga semakin memburuk sepertinya. Semakin hari semakin merasa stress dan gatau gimana. Ini tujuan aku sebenernya mau kemana ya? aku bakal kerja lagi ga ya? huhuu. Setidaknya abis ditinggalin kamu aku harusnya hidup baik, tapi nyatanya belum juga. Tapi semakin dipikir lagi, ada bagusya juga kamu ninggalin aku, kamu juga somedayy bisa malu karena punya aku yang umurnya udah tua wkwkwkwk aku takut kamu malu juga karena aku.

    Tiap hari isinya cuma nangisin hidup. Takut banget sama masa depan yang ga jelas ini, tapi kayanya seru kalaupun kehidupanya sedih tapi masih bareng kamu walaupun kita sering bertengkar. Tapi kalaupun aku lanjut komunikasi sama kamu, aku malah merasa dikasihani sama kamu, soalnya kamu bilang "kamu bisa minta bantuan apapun sama aku, tapi bukan berarti ngasih harapan itu bentuk cinta dan rasa syukur aku ke kamu." Kamu jahat banget bilang gitu. Harusnya cukup disimpan di diri kamu sendiri aja ga usah bilang ke aku. Tapi lagi-lagi aku cuma meyakinkan diri kalau semuanya ini bakal baik-baik aja. Aku berharap kamu baik-baik aja dan hidupnya menyenangkan tanpa aku. Doain aku terus yaa, Doain aku semoga hidupku semakin lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka?  Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Mulai hari kemarin, aku janji ga akan pernah mempertanyakan apapun lagi. Ternyata, semakin mempertanyakan dan semakin berisik malah buat diri sendiri makin cape. Alih-alih menghabiskan rasa sakit, semakin hari malah semakin sakit. Toh, seberisiknya pun jawabannya ga akan pernah ketemu. Aku akan berusaha memperbaiki diri dan fokus dengan mimpi-mimpi yang lain. Berusaha memaafkan apa yang sudah terjadi, ya walaupun lukanya masih menganga lebar, aku percaya kalau ikhlas akan memberikan aku hal-hal yang baik kedepannya. Sekarang aku tau, makna setara itu jauh lebih luas dari apa yang aku kira. Bukan soal materi saja, tapi bersikap, pola pikir, mengambil keputusan, emosional dan masih banyak lagi. Barangkali yang lalu-lalu memang perlu diakhiri karena masing-masing masih mencari apa makna setara sebenernya, mungkin, yang terakhir kemarin pun juga begitu. Baginya, aku mungkin belum setara. Bagiku, juga mungkin sama, dia belum setara denganku. Bahkan, mungkin keputusan yang dia pilih, itu ben...

Hari ke-24

Hari ke-24 setelah kamu memutuskan untuk ninggalin aku. Aku masih sering nangis, keingetan kenangan-kenangan kita. Semakin hari, semakin ngerasa sepi sama hampa. Aku penasaran sama perasaan kamu, gimana ya? apakah kamu baik-baik aja tanpa aku?  Kalau aku, jujur engga. Masih aneh dan menyakitkan rasanya. Ditambah kamu yang berulang kali bilang "aku udah janji sama diriku sendiri untuk ga ngasih harapan lagi sama kamu." Padahal tanpa kamu bilang pun, aku udah tau batasannya. Aku udah tau aku harus berhenti dan aku udah tau ga akan pernah ada lagi ruang buat aku di hati kamu, aku cukup sadar diri atas semuanya kok.  Aku malah berpikir, mungkin karena kamu udah ga respek lagi sama aku, disana, kamu punya orang lain yang lebih baik dari aku dan akhirnya kamu bisa move on secepat itu. Ya, walaupun sebenernya gapapa sih, hak kamu juga, tapi aku sedih sih.  Aku masih berjuang dengan lukaku sendiri yang gatau kapan akan sembuhnya. Aku udah ga punya energi lagi bahkan untuk ngapa-n...