Tadi malem, aku mimpiin kamu. Mimpinya pas aku lagi sakit, kamu khawatir banget sama aku dan ngikutin aku kemana-mana karena takut aku kenapa-napa. Tanganku sebenernya gatel banget pengen cerita atau kirim chat soal ini ke kamu, tapi aku tahan. Aku terlalu takut sama respon kamu yang akhir-akhir ini terlalu nyakitin. Jadi aku cerita disini, siapa tau jadi lega perasaanya. Dimimpinya, kamu beneran khawatir banget sama aku. Beneran berasa disayang huhu. Tapi yaudahlah gitu aja.
Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka? Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Komentar
Posting Komentar