Sebenernya, dari dulu aku benci banget sama momen malem. Tapi entah kenapa, aku tiba-tiba lupa beberapa waktu lalu karena aku selalu ditemenin dia tiap malem, even cuma vc-an atau chattan sebentar. Belakangan ini, aku mulai ngerasa, aku benci malem lagi. Buatku, momen malem itu, momen yang paling menakutkan dan banyak alasan aku benci malem.
Ya, buatku malem adalah momen yang tiap harinya hampir banyak ovt-nya. Belum lagi, malem itu waktu di mana kita lengah sama banyak hal, kamu tau ga? setiap tidur malem, dalam diri aku, secara tidak sadar aku selalu dalam mode waspada. Aku bisa mendengar banyak suara kecil, bau-bauan dan masih banyak lagi. Aku seringkali jadi orang pertama yang menyadari adanya gempa, atau hal-hal lainnya. Malemku, tidak pernah tenang. Aku bisa bangun lalu berlari ketika mendengar sesuatu atau teriakkan. Aku bisa mencium bau-bau, lebih dari yang lain. Bahkan, aku pernah mematikan gas yang bocor, disaat yang lain tertidur pulas karena aku mencium bau dan suara walaupun suaranya kecil. Aku selalu berpikir, bahwa aku selalu harus jadi orang pertama di rumah, yang menyelamatkan keluarga dan itu tertanam dalam bawah sadarku. Jadinya, jarang sekali, aku tidur tenang dan nyenyak.
Entah kenapa, beberapa waktu lalu, aku lupa akan hal itu. Aku tidur lebih baik dan nyenyak karena aku tau, aku akan aman kalau sama dia even dia jauh disana.
Dan aku baru sadar sekarang,
ternyata kehadiran seseorang dalam hidup aku itu, banyak merubah hidup aku, terutama mental. Aku yang orangnya banyak khawatirnya, takutnya dan ovt-nya butuh seseorang yang selalu ada disamping buat menenangkan, dan kebetulan waktu itu dia hadir.
Aku juga baru sadar sekarang, ternyata balik lagi ke situasi dimana aku harus sendiri lagi, butuh mental yang lebih dibanding sebelum aku ketemu dia.
Rasanya kaya triple kill.
Katanya, untuk mengubah kebiasaan itu perlu waktu 2 bulan. Tapi rasanya ini udah 2 bulan lebih dan aku masih merasa belum sembuh perihal itu.
Ditambah lagi, sekarang khawatirnya semakin bertambah karena mamah yang lagi sakit. Rasanya dadaku sakiiiiit banget. Sesek. Kaya ditonjok-tonjok, tiap harinya. Aku tau, aku gakan kenapa-napa dan aku tau, aku pasti bisa lewatin semuanya, karena ini bukan yang pertama kalinya. Tapi, aku cape. Aku butuh dipeluk dan ditenangkan. Kadang aku ngerasa, aku butuh juga seorang kakak atau siapapun itu.
Aku butuh diyakinkan, kalau aku ga sendirian. Tapi, hari-hari itu, rasanya ga akan pernah ada lagi. Aku belum terpikir untuk memulai lagi, apalagi sekarang dengan banyak ujiannya.
Aku, bisa ga ya, ketemu orang yang bisa bikin aku ngerasa tenang dan aman lagi?
Komentar
Posting Komentar