Beberapa hari ini, energiku habis bahkan untuk menulis disini. Bisa dibilang, aku lagi ga sama diriku yang biasanya aja. Aku sampai lupa untuk nulis dan akhirnya diingetin oleh salah satu psikolog yang aku hadiri pas ada event di Sabtu yang lalu. Aku harus nulis perasaan aku. Aku harus merasakan perasaan sakit dan ga harus denial dengan perasaan apapun. Kalau mungkin kemarin-kemarin, aku punya Biru untuk cerita, sekarang cuma disini tempat buat aku cerita.
Perasaanku lagi bingung dan takut. Rasanya tuh pikiran dan perasaan di dada nyesek tapi aku sendiri ga tau harus apa. Aku bingung takut gabisa kerja lagi, sementara orang tuaku suka minta uang buat kebutuhan, tapi gimana ya. Aku beneran bingung. Hari ini, bapak minta uang lagi, katanya untuk makan di sana. Aku bilang "nanti ya lagi ga ada uang." walaupun sebenernya ada uang, tapi aku lagi memenej uangku supaya ga habis di tengah jalan. Rasa-rasanya belakangan ini cobaan lagi silih berganti aja, terutama soal ekonomi. Kadang aku jadi suka mikir, kenapa ya aku ga terlahir kaya aja? wkwk cape banget rasanya jadi anak pertama tempat keluargaku bergantung, tapi aku juga harus bersandar ke siapa. Dengan situasiku ekonomiku yang kaya gini, kadang suka kepikiran juga, ada ga ya cowo yang mau deket sama aku? Mana belum kerja lagi. Terus dimana yaa kira-kira bisa deket sama cowo lagi, sementara hidup sekarang cuma diem di rumah aja.
Beberapa hari ini, masih sering nangis bahkan mungkin setiap hari. Karena sekarang di rumah cuma tinggal berdua, dan adikku juga siangnya selalu ada aktifitas di luar, jadi aku lebih sering sendirian di rumah. Aku bisa nangis sepuasnya, tapi aku sejujurnya kesepian.
Juga, aku gatau kenapa, setiap kali aku berusaha tutup mata, aku selalu mengingat kejadianku sama Biru di masa lalu. Walaupun kadang bikin aku takut, kadang juga aku ngerasa sosok dia masih dideket aku, kalau aku tidur dan tutup mata. Masih keinget banget tiap detik dan perasaanya. Rasanya kaya baru kemarin, rasanya kaya hari ini pun, aku masih bareng sama dia, walaupun akhirnya tersadar kalau itu kayanya bagian dari sisi relapse-ku karena kesedihanku selama ini.
Aku juga berniat untuk ngehapus/archive semua tulisan tentang Biru disini. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, sama halnya aku menikmati butterfly era sama dia di masa lampau, rasanya aku juga harus nikmatin rasa sakit yang memang sejak awal harusnya sadar, kalau di dunia ini, bahkan dengan janji ga akan ninggalin pun, mereka bakal tetep ninggalin kita suatu hari nanti.
Sekarang cuma berusaha untuk fokus, darimana lagi yaa dapet uang tambahan? Kapan ya bisa kerja lagi? Kapan yaa bisa sembuh? Berharap banget keberuntungkan itu segera tiba, entah itu rezeki, jodoh, kesehatan dan keluarga.
Kangen banget sama Biru, mau tutup mata buat tidur rasanya takut banget malem ini. Tapi aku harus tidur.
Komentar
Posting Komentar