Langsung ke konten utama
Biru, sebenernya .. aku tau kamu wisuda beberapa hari yang lalu. Tapi 2 minggu sebelum kamu wisuda, aku sempet buka websitenya kampus kamu untuk liat jadwal wisuda kamu. Seingetku, kamu bilang terakhir kamu bakal wisuda di bulan Oktober. Soalnya di jadwal websitenya pun, wisuda Oktober bukan di tempat kamu, tapi di daerah lain adanya di bulan September. Tapi aku inget kamu bakal wisuda di Oktober, kamu terakhir bilang itu. Ternyata dugaanku bener, sesuai jadwal di website kalau kamu bakal wisuda beberapa waktu lalu.

Sebenernya aku sedih sih, ga dikabarin dan aku nangis haha. Even aku tau, mungkin kamu ga pernah janji, dan rasanya serba salah juga. Apalagi aku banyak maunya ini itu ke kamu huhu. Apalagi kamu juga ga bales dm aku terakhir. Tapi Biru, kamu .. udah ga pernah anggap aku ada di dunia ini lagi ya Biru? Wkwk 

Tapi, aku turut antusias dan seneng liatnya. Alhamdulilaaaah, peluk Biruuuuu erat-eraaaaat. Aku juga bangga sama kamu Biru.
Biru, walaupun terlambat, selamat ya, atas wisudanya. Semoga semua harapan kamu terwujud.

Tadi malem, sebenernya mimpiin kamu wisuda, tapi wisudanya di Bandung. Terus ga sengaja ketemu aku, tapi karena di mimpi itu pun ceritanya kita jadi asing, kita sama-sama saling menghindar. Wkwk. Ga di real life, ga di mimpi, sama-sama saling menghindar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka?  Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Mulai hari kemarin, aku janji ga akan pernah mempertanyakan apapun lagi. Ternyata, semakin mempertanyakan dan semakin berisik malah buat diri sendiri makin cape. Alih-alih menghabiskan rasa sakit, semakin hari malah semakin sakit. Toh, seberisiknya pun jawabannya ga akan pernah ketemu. Aku akan berusaha memperbaiki diri dan fokus dengan mimpi-mimpi yang lain. Berusaha memaafkan apa yang sudah terjadi, ya walaupun lukanya masih menganga lebar, aku percaya kalau ikhlas akan memberikan aku hal-hal yang baik kedepannya. Sekarang aku tau, makna setara itu jauh lebih luas dari apa yang aku kira. Bukan soal materi saja, tapi bersikap, pola pikir, mengambil keputusan, emosional dan masih banyak lagi. Barangkali yang lalu-lalu memang perlu diakhiri karena masing-masing masih mencari apa makna setara sebenernya, mungkin, yang terakhir kemarin pun juga begitu. Baginya, aku mungkin belum setara. Bagiku, juga mungkin sama, dia belum setara denganku. Bahkan, mungkin keputusan yang dia pilih, itu ben...

Hari ke-24

Hari ke-24 setelah kamu memutuskan untuk ninggalin aku. Aku masih sering nangis, keingetan kenangan-kenangan kita. Semakin hari, semakin ngerasa sepi sama hampa. Aku penasaran sama perasaan kamu, gimana ya? apakah kamu baik-baik aja tanpa aku?  Kalau aku, jujur engga. Masih aneh dan menyakitkan rasanya. Ditambah kamu yang berulang kali bilang "aku udah janji sama diriku sendiri untuk ga ngasih harapan lagi sama kamu." Padahal tanpa kamu bilang pun, aku udah tau batasannya. Aku udah tau aku harus berhenti dan aku udah tau ga akan pernah ada lagi ruang buat aku di hati kamu, aku cukup sadar diri atas semuanya kok.  Aku malah berpikir, mungkin karena kamu udah ga respek lagi sama aku, disana, kamu punya orang lain yang lebih baik dari aku dan akhirnya kamu bisa move on secepat itu. Ya, walaupun sebenernya gapapa sih, hak kamu juga, tapi aku sedih sih.  Aku masih berjuang dengan lukaku sendiri yang gatau kapan akan sembuhnya. Aku udah ga punya energi lagi bahkan untuk ngapa-n...