Langsung ke konten utama
Hai Biru! selamat 1 tahun yang bukan pertama tapi terakhir. Hah ko bisa? Iyaa, soalnya 1 tahun aja ga nyampe wkwk. Masih inget dalam ingatan betapa excitednya tahun lalu. Bahkan tiap detailnya masih keingetan. Mungkin, kalau masih bareng hari ini kita bakal cerita-cerita masa lalu hihi. Tapi gapapa. 

Aku udah ga banyak nyalahin kamu lagi kan Biru? 

Sekarang aku lebih memilih menerima semuanya dan ga nyalahin siapapun lagi, selain menyalahkan diri sendiri. 
Tapi untuk nangis-nangisan wkwkwk jujur aku masih belum bisa berhenti nangis dan aku sendiri gatau kenapa, aku cengeng banget. Dasar wanita lemah! wkwkwk
Jujur, sebenernya aku merasa ada sesuatu yang belum selesai. Tapi aku rasa percuma juga mengungkit-ngungkit masalah yang menurut kamu udah selesai.Tugasku, mungkin aku harus lebih menerima lagi keputusan kamu, menerima lagi kalau kamu udah ga akan pernah kembali, bahkan di masa yang akan datang. Mungkin dalam hidup kamu, aku udah diblacklist? wkwkwk masuk daftar hitam. Tapi, kamu cuma perlu tau, kalau semua perasaanku itu tulus dan aku ga pernah berbohong soal itu, sekalipun kamu menganggapku sebagai orang yang sering merendahkan kamu, tapi jauh dari itu, demi Tuhan, aku ga pernah punya niat merendahkan. Kadang aku mikir, mungkin kamu insecure jadinya selalu merasa kalau aku merendahkan kamu terus. 

Kamu mungkin nganggap aku sebagai wanita tua yang kekanak-kanakan, mungkin bisa jadi benar. Hidupku, selama ini selalu ada di zona nyaman. Aku terbiasa hidup sendiri, dan sifat kekanak-kanakan ku itu, hanya muncul pas lagi sama kamu aja, selebihnya, aku cuma wanita biasa yang ga spesial, berusaha hidup sendiri dan menghibur diri sendiri karena ga punya banyak temen di real life. Tapi semenjak ada kamu, aku merasa aku punya dunia baru yang ga pernah aku jalanin sebelumnya aku bahkan bisa bebas manja-manja kaya anak kecil, cuma sama kamu aja. Dulu, aku secuek itu sama orang. Tapi kamu juga bilang aku cuek ya wkwk padahal aku merasa berubah banyak, aku bahkan merasa aku jadi diri aku sendiri pas sama kamu. Pas semenjak kamu pergi, aku bingung. Semuanya rasanya kereset lagi dalam hidup aku. Parahnya lagi dengan keadaan sekarang yang berbeda dari sebelumnya, aga sulit beradaptasi, ga ada tempatku untuk men-distract pikiranku dengan semua yang terjadi. Jadi, maaf ya kalau aku masih sering ganggu kamu. Karena dipikiranku, kalau aku senang dan sedih, aku inget kamu. Walaupun aku tau, harusnya aku berhenti, sama seperti halnya yang kamu lakuin.

Kamu ko ga pernah nanya aku kenapa kamu aku blokir di ig? wkwkwk
Salah satunya adalah aku belum siap kalau liat kamu like, komen foto cewe-cewe. Aku belum siap kalau kamu tiba-tiba posting cewe dengan caption-captionnya. Yang terakhir aja cukup buat aku sedih dan terngiang-ngiang di kepala. Coba bayangkan kamu bilang "kalau suatu hari nanti aku jatuh cinta sama seseorang, aku bakal mencintainya sampai akhir." itu aja cukup terngiang-ngiang dan menganggu pikiranku. Percayalah, sekalipun berpisah akan terus ada perasaan sakit hati yang ga akan kunjung selesai kalau aku terus merhatiin atau ga sengaja ngeliat postingan kamu.
Tapi aku ngerasa ini bukan kekanak-kanakan. Kata psikologku, itu adalah caraku melindungi perasaanku sendiri. Untuk bisa hidup lebih baik tanpa bayang-bayang kamu. Wkwkwk bayangin aku udah konsul ke psikolog cuma perihal ini semua.

Aku pengen memutus ikatan batin ini barangkali menyulitkanmu untuk hidup tenang. 
Selamat satu tahun! Terimakasih untuk hal-hal menyenangkan yang pernah kita lewatin bareng-bareng. Aku selalu berdoa, semoga kamu selalu dimudahkan segala urusannya. Semoga kamu dilancarkan setiap perjalanan hidupnya, disehatkan dan selalu dikelilingi orang-orang baik dan sayang sama kamu, juga dipertemukan dengan perempuan yang lebih baik dari aku dalam hal apapun. Dan plisss hahaha coba jangan pake tampilan preman lagi, hidup normal-normal aja bisa ga kamuu? wkwk. Kamu tuh kalau tampil rapi, keren tau. Tolong berubah, biar makin banyak yang naksir wkwkwk.
Oh iya, maaf ya aku suka minta-minta ditemenin atau dengerin suara kamu. Gapapa kok kalau kamu gabisa. Aku sangat memakluminya. Aku pengen denger suara kamu tauuu bukan maksud lain kok. Kaya cuma pengen denger aja, ga akan minta balikan atau maksa kamu kok, ga akan juga ngajak ribut huhu. Engga, pure pengen dengerin aja even cuma 1-2 menit sih sebenernya. Masih pengen denger suara kamu terakhir kali. Tapi kayanya ga mungkin ya. 

Sekali lagi, terimakasih Biru!
Aku masih disini ga kemana-mana, tapi kalau kamu mau terbang jauh gapapa banget tolong terbang yang tinggi buktiin kalau kamu keren dan hebat sama seperti mimpi-mimpi kamu. Ayo kita pelukan yang terakhir kaliiiiiiiii. Peluuuukkkkkkkk. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka?  Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Mulai hari kemarin, aku janji ga akan pernah mempertanyakan apapun lagi. Ternyata, semakin mempertanyakan dan semakin berisik malah buat diri sendiri makin cape. Alih-alih menghabiskan rasa sakit, semakin hari malah semakin sakit. Toh, seberisiknya pun jawabannya ga akan pernah ketemu. Aku akan berusaha memperbaiki diri dan fokus dengan mimpi-mimpi yang lain. Berusaha memaafkan apa yang sudah terjadi, ya walaupun lukanya masih menganga lebar, aku percaya kalau ikhlas akan memberikan aku hal-hal yang baik kedepannya. Sekarang aku tau, makna setara itu jauh lebih luas dari apa yang aku kira. Bukan soal materi saja, tapi bersikap, pola pikir, mengambil keputusan, emosional dan masih banyak lagi. Barangkali yang lalu-lalu memang perlu diakhiri karena masing-masing masih mencari apa makna setara sebenernya, mungkin, yang terakhir kemarin pun juga begitu. Baginya, aku mungkin belum setara. Bagiku, juga mungkin sama, dia belum setara denganku. Bahkan, mungkin keputusan yang dia pilih, itu ben...

Hari ke-24

Hari ke-24 setelah kamu memutuskan untuk ninggalin aku. Aku masih sering nangis, keingetan kenangan-kenangan kita. Semakin hari, semakin ngerasa sepi sama hampa. Aku penasaran sama perasaan kamu, gimana ya? apakah kamu baik-baik aja tanpa aku?  Kalau aku, jujur engga. Masih aneh dan menyakitkan rasanya. Ditambah kamu yang berulang kali bilang "aku udah janji sama diriku sendiri untuk ga ngasih harapan lagi sama kamu." Padahal tanpa kamu bilang pun, aku udah tau batasannya. Aku udah tau aku harus berhenti dan aku udah tau ga akan pernah ada lagi ruang buat aku di hati kamu, aku cukup sadar diri atas semuanya kok.  Aku malah berpikir, mungkin karena kamu udah ga respek lagi sama aku, disana, kamu punya orang lain yang lebih baik dari aku dan akhirnya kamu bisa move on secepat itu. Ya, walaupun sebenernya gapapa sih, hak kamu juga, tapi aku sedih sih.  Aku masih berjuang dengan lukaku sendiri yang gatau kapan akan sembuhnya. Aku udah ga punya energi lagi bahkan untuk ngapa-n...