Pagi ini, seperti biasa dengan rutinitasku di rumah yang ga ngapa-ngapain dan segala pikiran-pikirannya. Dan seperti biasa juga, mamah selalu meneleponku di pagi hari untuk sekedar menanyakan disini hujan atau tidak atau menanyakan apakah sudah makan apa belum. Tapi ada yang beda pagi ini. Di ujung suara sana, suara mamah yang selalu menenangkan tiba-tiba bilang "San, maafin ya mamah belum jadi mamah yang baik." Seketika mulutku jadi gagu. Setiap kali mamah bilang kata-kata mengharukan, aku selalu bingung harus menjawab apa. Seharusnya, bukan mamah yang minta maaf, seharusnya sudah jelas adalah aku. Rasa-rasanya aku belum menjadi anak yang baik, belum jadi anak yang membanggakan dan belum juga jadi anak yang bisa bikin mamah tenang. Satu lagi, belum juga bisa mewujudkan semua harapan mamah. Walaupun hatiku sedih, tiap kali mamah mengucapkan sesuatu yang mengharukan, walaupun rasanya ingin sekali menangis didepannya, tapi aku tau, hal tersebut tidak serta merta menjadikan semuanya jadi lebih baik. Aku harus berusaha sebaik mungkin agar tidak banyak membuatnya khawatir lebih lagi.
Mah, Pak sabar yaa sedikit lagi. Doakan semoga anaknya ini jadi lebih baik lagi dan bisa mewujudkan keinginan kalian, doakan juga supaya rezekinya dilancarkan. Aku janji, akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa terus menghidupi kalian sampai aku mati. Doakan ya mah, sedikit lagi.
Semoga mamah, bapak dan ade selalu sehat terus dan dimudahkan segala urusannya.
Komentar
Posting Komentar