Tahun ini, rasanya kaya tahun yang banyak sekali ujiannya buat aku. Dari mulai pekerjaan, percintaan dan keluarga rasanya kaya nonjok satu-satu tanpa istirahat. Hampir tiap malem isinya nangis, bahkan kamarku kaya udah terlalu bosen liat tuannya sedih mulu tiap hari. Walaupun sebenernya yang suka aku tulis disini, hanyalah sebagian kecil dari masalah hidupku, sisanya aku pendam sendiri. Aku selalu sibuk cari ruang sendiri buat nangis, entah itu tengah malam, atau ketika di rumah ga ada siapa-siapa. Ternyata hidup semelelahkan ini yaa. Tiap hari rasanya ingin nyerah, apalagi pas bangun tidur, rasanya kaya "Wah, ini aku harus bangun pagi lagi nih?." Ngejalanin hari dengan sisa-sisa energi, sisa motivasi juga sisa-sisa uang yang susah payah aku kumpulin di masa lalu, ternyata terkuras juga. Sedihnya lagi, sekarang apa-apa sendirian. Apa aku nyerah aja ya?
Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka? Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Komentar
Posting Komentar