Disini, pemeran utamanya sudah bukan kamu lagi. Maaf dan terimakasih atas apa-apa yang sudah terjadi. Nampaknya mungkin aku belum siap dan sedewasa itu ternyata. Tapi mungkin menghindar adalah salah satu cara supaya tidak terus mengingat patah yang tak akan pernah tahu kapan ujungnya, kalau terus menerus begini. Aku kalah dan dengan berat hati, memulai kembali seperti awal yang saling menjadi asing, walaupun mungkin bagiku sangat dan teramat sulit. Aku selalu mengakui itu.
Sekali lagi, maaf dan terimakasih.
Doaku yang paling terbaik tak akan pernah putus untukmu, sampai kapanpun.
Komentar
Posting Komentar