Sebenernya sedih banget, masih sedih karena keputusan akhirnya kaya gitu. Sedih juga kenapa diakhir-akhir malah bilang "aku janji gak akan ngasih harapan lagi." Sedih banget huhu. Maksudku cuma kenapa ga ngobrol baik-baik aja, aku juga gakan larang kamu yang udah ga respek lagi sama aku tapi setidaknya aku juga pengen dihargai dan jangan diliat terus bagian salah-salahnya. Aku tau "wejangan" kamu itu baik, tapi apa sampai akhirpun aku hanya diliat yang jelek-jeleknya aja yaa? Aku ga selalu berpikir kamu bales dendam, tapi kalau kaya gini caranya sama halnya dengan balas dendam apalagi kalau terus mengungkit apa yang udah-udah.
Jadi kepikiran, sebenernya aku layak dicintai ga sih? kenapa rasanya kaya aku ga berhak dapet hal-hal kaya gitu. Walaupun aku tau akan ada masanya nanti, tapi setidaknya di akhir lalu, aku beneran pengen dihargai dan dilibatkan aja kalaupun emang endingnya ga harus sama-sama. Rasanya setiap kata-kata dan chat terakhir yang kamu kirim itu menyakitkan semua. Aku sampai dengan saat ini, merasa dibuang. Ini pertama kalinya aku dibuang. Sebelumnya, yang lain selalu mengajakku berdiskusi dalam setiap keputusan walaupun endingnya ga bareng, tapi aku merasa dilibatkan dan ga dibuang. Sesimpel bilang "kayanya, kita udahan aja deh. maaf ya, gapapa kan? menurut kamu gimana?." sesimpel itu. Tapi, buat tenang.
Tapi, harus gimana lagi. Mungkin aku dirasa wanita yang ribet jadi kamu terlalu males. Mana kamu bilang aku suka 'denial'. Jadi, mau berharap apalagi Saaan. Tolong kamu sadar. Mungkin bener kayanya kamu harus dibuang jauh-jauh jadi sampah yang menjijikan itu.
Komentar
Posting Komentar