Langsung ke konten utama

:)

    Sebenernya sedih banget, masih sedih karena keputusan akhirnya kaya gitu. Sedih juga kenapa diakhir-akhir malah bilang "aku janji gak akan ngasih harapan lagi." Sedih banget huhu. Maksudku cuma kenapa ga ngobrol baik-baik aja, aku juga gakan larang kamu yang udah ga respek lagi sama aku tapi setidaknya aku juga pengen dihargai dan jangan diliat terus bagian salah-salahnya. Aku tau "wejangan" kamu itu baik, tapi apa sampai akhirpun aku hanya diliat yang jelek-jeleknya aja yaa? Aku ga selalu berpikir kamu bales dendam, tapi kalau kaya gini caranya sama halnya dengan balas dendam apalagi kalau terus mengungkit apa yang udah-udah.

    Jadi kepikiran, sebenernya aku layak dicintai ga sih? kenapa rasanya kaya aku ga berhak dapet hal-hal kaya gitu. Walaupun aku tau akan ada masanya nanti, tapi setidaknya di akhir lalu, aku beneran pengen dihargai dan dilibatkan aja kalaupun emang endingnya ga harus sama-sama. Rasanya setiap kata-kata dan chat terakhir yang kamu kirim itu menyakitkan semua. Aku sampai dengan saat ini, merasa dibuang. Ini pertama kalinya aku dibuang. Sebelumnya, yang lain selalu mengajakku berdiskusi dalam setiap keputusan walaupun endingnya ga bareng, tapi aku merasa dilibatkan dan ga dibuang. Sesimpel bilang "kayanya, kita udahan aja deh. maaf ya, gapapa kan? menurut kamu gimana?." sesimpel itu. Tapi, buat tenang. 

    Tapi, harus gimana lagi. Mungkin aku dirasa wanita yang ribet jadi kamu terlalu males. Mana kamu bilang aku suka 'denial'. Jadi, mau berharap apalagi Saaan. Tolong kamu sadar. Mungkin bener kayanya kamu harus dibuang jauh-jauh jadi sampah yang menjijikan itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malem ini, gabisa tidur. Aku masih nangisin yang sama dan gatau kenapa tiba-tiba pengen buka chat ini yang buatku masih menyakitkan. Aku tahu, aku seharusnya ga boleh kaya gini terus, tapi aku juga ga mau membohongi dan memendam perasaanku sendirian. Lagi, mungkin bosan tapi aku sakit hati. Sakit hati yang belum sembuh. Isi chatnya emang terlihat singkat dan sepele. Tapi, ga ada habisnya bikin aku menerka-nerka banyak hal dan jujur mentalku juga ga baik-baik aja dengan apa yang udah terjadi. Maksudku, kenapa kamu ga menjelaskan aja semuanya tanpa kurang satupun, biar aku bisa lebih lega. Apakah seperti biasa, kamu meminta aku untuk peka?  Lagi, sayang. Aku ga sepeka itu, berulangkali aku bilang aku ga sepeka itu. Setidaknya, kalau kamu memang sudah dirasa ga cocok sama sifatku, aku ga keberatan untuk itu. Aku akan lebih lega dan mencoba menerimanya. Tapi mungkin kamu bakal bilang, aku denial. Kamu bilang, aku harus ngerti. Iya, aku ngerti umurku lebih tua, aku tua, aku tau itu. Kam...
Mulai hari kemarin, aku janji ga akan pernah mempertanyakan apapun lagi. Ternyata, semakin mempertanyakan dan semakin berisik malah buat diri sendiri makin cape. Alih-alih menghabiskan rasa sakit, semakin hari malah semakin sakit. Toh, seberisiknya pun jawabannya ga akan pernah ketemu. Aku akan berusaha memperbaiki diri dan fokus dengan mimpi-mimpi yang lain. Berusaha memaafkan apa yang sudah terjadi, ya walaupun lukanya masih menganga lebar, aku percaya kalau ikhlas akan memberikan aku hal-hal yang baik kedepannya. Sekarang aku tau, makna setara itu jauh lebih luas dari apa yang aku kira. Bukan soal materi saja, tapi bersikap, pola pikir, mengambil keputusan, emosional dan masih banyak lagi. Barangkali yang lalu-lalu memang perlu diakhiri karena masing-masing masih mencari apa makna setara sebenernya, mungkin, yang terakhir kemarin pun juga begitu. Baginya, aku mungkin belum setara. Bagiku, juga mungkin sama, dia belum setara denganku. Bahkan, mungkin keputusan yang dia pilih, itu ben...
Mataku bengkak banget. Pengennya ga nangis. Tapi gatau kenapa air matanya ga berhenti. Tapi aku pengen bilang sesuatu, meskipun tulisan ini ga akan pernah sampai mungkin, atau ga akan pernah terbaca, aku mau bilang Biru makasih yah udah nanyain kabarku kemarin, pas kamu nanyain kabar aku nangis banget sampe sekenceng itu. Walaupun jawabanku bohong. Aku lagi ga sehat dan ga baik-baik aja. Maaf juga kalau aku terlalu annoying ga jelas. Aku juga gatau kenapa kaya gini terus. Sebenernya dilubuk hati aku yang lain, aku inginnya ga ganggu kamu lagi dan hidup dengan tenang. Tapi hati aku yang lain, selalu aja tanganku bekerja lebih cepet dari otakku sendiri. Tiba-tiba ngechat kamu, minta kamu ini itu, padahal harusnya ga boleh. Kamu aja ga pernah ngechat aku, ga pernah sedihin aku, harusnya aku juga bisa kaya gitu ga sih? Tapi sayangnya, aku gabisa.  Biru, aku gapapa kayanya. Tapi gatau kenapa, aku masih pengen ditemenin tidur sekaliiii aja, terakhir. Aku gengsi banget mintanya, makanya a...